Mamasa, jurnalpos.id — Proyek pembangunan fisik SMK Armajaya di Sindagamanik, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai fantastis hingga miliaran rupiah itu diduga dikerjakan asal-asalan dan menggunakan material bekas.
Dugaan tersebut mencuat setelah warga menemukan sejumlah bahan bangunan yang dinilai tidak layak digunakan untuk proyek bernilai besar. Salah satu yang paling disorot ialah penggunaan atap bekas serta beberapa material lain yang diduga bukan material baru sebagaimana mestinya dalam proyek pemerintah.
“Kalau benar ini proyek miliaran dari uang negara, kenapa diduga masih memakai bahan bekas? Ini harus diperiksa serius,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa, Jumat (10/07/2026).
Warga menilai proyek tersebut berpotensi merugikan negara apabila dugaan penggunaan material bekas benar terjadi. Mereka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat, hingga pihak terkait segera turun melakukan audit fisik dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Sorotan publik semakin tajam lantaran proyek pendidikan yang seharusnya menjadi simbol peningkatan kualitas generasi muda justru diduga dimainkan oleh oknum tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan pribadi.
“Jangan sampai dunia pendidikan dijadikan ladang bancakan anggaran. APH harus buka mata,” tegas warga lainnya.
Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah, Adrianus, guna memperoleh klarifikasi terkait dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media belum membuahkan hasil.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari APH untuk mengusut proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Jika terbukti ada penyimpangan, publik meminta agar pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.(*).
- Penulis: ROMAN


Komentar