Aceh, jurnalpos.id – penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi alias Abu Salam, menilai penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk PT Alam Cempaka Wangi (ACW) dan PT Hasil Bumi Sembada (HBS) di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, sarat kejanggalan.
Menurut Abu Salam, terdapat indikasi manipulasi politik dalam proses penerbitan izin kedua perusahaan tersebut. Bahkan, ia menduga ada skenario besar di balik terbitnya IUP untuk PT ACW dan PT HBS.
“Ini bukan sekadar investasi, tetapi ada indikasi manipulasi yang memanfaatkan celah kelemahan kepemimpinan,” kata Abu Salam, dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia juga menyinggung munculnya nama warga negara asing asal Tiongkok, An Shaohong alias Antony, yang menurutnya pernah terlibat dalam upaya investasi di Aceh sebelum dideportasi dari Indonesia pada 2025 karena pelanggaran izin tinggal.
Sebelum dideportasi seperti yang diberitakan Itrade, An Shaohong memiliki kedekatan dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah. Bahkan Dek Fadh—sapaan akrab Fadhullah—pernah memberikan Duta Investasi kepada An Shaohong, yang diduga penjahat ekonomi internasional.
Ia juga menyoroti munculnya nama An Shaohong alias Antony dalam polemik investasi tersebut. Warga negara asal Tiongkok itu sebelumnya telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada Desember 2025 karena pelanggaran izin tinggal dan disebut memiliki keterkaitan dengan proyek investasi di Aceh.
An Shaohong memiliki kedekatan dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah atau Dek Fadh. Bahkan, ia menyebut An Shaohong pernah diberi mandat sebagai “Duta Investasi”. Klaim tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak terkait.
Selain itu, Abu Salam juga menyinggung adanya sosok yang disebutnya sebagai “gubernur bayangan” yang diduga memiliki pengaruh dalam proses penerbitan IUP PT ACW dan PT HBS.
Menurutnya, sosok tersebut merupakan tokoh asal Aceh yang berdomisili di Jakarta dan memiliki posisi strategis di partai politik serta lingkaran pemerintahan Aceh.( *).


Komentar