Trenggalek
Home » Berita » Pengajian Akbar HUT Desa Bendoroto Trenggalek, Gus Muwafiq Ajak Masyarakat Rawat Semangat Kemerdekaan

Pengajian Akbar HUT Desa Bendoroto Trenggalek, Gus Muwafiq Ajak Masyarakat Rawat Semangat Kemerdekaan

TRENGGALEK, jurnalpos.id – Ribuan jamaah memadati lokasi Pengajian Akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Senin malam (11/8/2026).

Pengajian akbar yang menghadirkan KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq tersebut turut dihadiri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, beserta jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Gus Muwafiq mengajak masyarakat untuk terus merawat semangat kemerdekaan dengan menghargai jasa para pendahulu yang telah berjuang dan berkorban demi bangsa serta daerah.

Menurutnya, peringatan hari jadi desa maupun haul para leluhur merupakan bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu yang telah mewariskan kehidupan yang lebih baik.

“Generasi sekarang memiliki kemuliaan karena masih mau mengenang dan mendoakan para pendahulu. Apa yang kita lakukan hari ini tidak akan sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan mereka,” ujar Gus Muwafiq.

Gerak Jalan HUT RI Dimulai, Pj Sekda Trenggalek Ajak Pelajar Junjung Disiplin dan Sportivitas

Ia mencontohkan dalam kehidupan keluarga, seorang anak yang memperingati haul orang tuanya sejatinya belum sebanding dengan pengorbanan yang telah diberikan orang tua selama hidup. Bahkan, kata dia, tidak sedikit orang tua yang rela berutang demi membahagiakan anak-anaknya.

“Biaya yang kita keluarkan untuk mengenang orang tua tidak akan pernah sebanding dengan kasih sayang, pengorbanan, dan harta yang mereka berikan kepada anak-anaknya,” tuturnya.

Gus Muwafiq kemudian mengaitkan hal tersebut dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, pengorbanan generasi saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan para pendahulu yang rela mempertaruhkan harta benda, tenaga, bahkan jiwa dan raga demi lahirnya bangsa Indonesia yang merdeka.

“Tugas kita sekarang bukan lagi berjuang mengangkat senjata, tetapi mengisi kemerdekaan dengan karya, persatuan, dan hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Muwafiq juga menyoroti masih adanya masyarakat yang enggan mengibarkan Bendera Merah Putih saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, bendera merupakan identitas bangsa yang wajib dihormati karena diperoleh melalui perjuangan yang penuh pengorbanan.

Pj Sekda Lepas Pelatihan Paskibraka Trenggalek 2026, Tanamkan Semangat Pantang Menyerah dan Cinta Tanah Air

“Bendera adalah identitas bangsa yang harus kita junjung tinggi. Para pendahulu merebut kemerdekaan dengan darah, jiwa, dan raga. Karena itu, jangan sampai kita lalai menghormatinya, termasuk dengan mengibarkan Merah Putih saat Hari Kemerdekaan,” pesannya.

Selain itu, Gus Muwafiq mengajak masyarakat untuk terus memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif seperti karnaval, perlombaan, dan kegiatan budaya lainnya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan semangat patriotisme, kebersamaan, dan cinta tanah air kepada generasi muda.

Kehadiran Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam pengajian akbar tersebut menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek terhadap kegiatan keagamaan yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan, persatuan, dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.(*).

Aksi Cepat Tim Gabungan Polres Trenggalek Evakuasi Empat Pelajar Pendaki yang Terjebak Kebakaran Hutan Gunung Orak-arik

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post