Trenggalek
Home » Berita » FJTT ke-30 Masuk KEN 2026, Jaranan Trenggalek Buka Jalan ke Panggung Nasional

FJTT ke-30 Masuk KEN 2026, Jaranan Trenggalek Buka Jalan ke Panggung Nasional

Trenggalek, jurnalpos.id  – Pembukaan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30 di Alun-Alun Trenggalek menjadi momentum istimewa. Setelah tiga dekade konsisten digelar, FJTT untuk pertama kalinya masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Masuknya FJTT dalam kalender KEN 2026 membuka peluang lebih luas bagi seni jaranan Trenggalek untuk dipromosikan ke tingkat nasional hingga internasional.

FJTT ke-30 berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 26 September 2026. Festival ini diikuti peserta dalam empat kategori, yakni Turonggo Yakso Bocah sebanyak 17 peserta, Turonggo Yakso Remaja 17 peserta, Turonggo Yakso SLTA dan Umum sebanyak 9 peserta, serta Non-Yakso SLTA dan Umum sebanyak 15 peserta.

Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, yang hadir dalam pembukaan mengatakan masuknya FJTT dalam KEN 2026 merupakan hasil perjuangan para budayawan dan pelaku seni jaranan yang disuarakan melalui jaring aspirasi DPR RI Komisi VII yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata.

“Jaranan bukan sekadar sebuah pertunjukan. Di dalam semua geraknya ada sebuah cerita, di dalam setiap iramanya ada perjalanan dan di dalam setiap pertunjukannya ada semangat masyarakat untuk menjaga warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Novita, Minggu (20/9/2026).

Jelang Pilkades 2027, Guswanto Tegaskan Calon Kades Tak Harus Warga Asli Desa, Siapa Pun WNI Bisa Maju di Trenggalek

Ia mengajak masyarakat dan pemerintah daerah menjadikan jaranan sebagai kebanggaan bersama dengan terus merawat budaya, mendukung para seniman, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk meneruskan warisan tersebut.

Sementara itu, Penjabat Sekda Trenggalek ST. Triadi Admono menegaskan perjalanan FJTT selama 30 tahun menjadi bukti panjangnya konsistensi masyarakat dalam menjaga seni jaranan.

Menurutnya, jaranan Trenggalek tidak hanya Turonggo Yakso. Daerah ini juga memiliki Centerewr, Pegon dan berbagai kesenian jaranan lainnya yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Trenggalek.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kabupaten Trenggalek karena tidak mudah untuk menyelenggarakan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka selama 30 tahun. Ini budaya yang harus kita jaga,” tegasnya.

Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata, Raden Wisnu Sindhutrisno, menyebut masuknya FJTT dalam KEN menjadi pengakuan atas konsistensi penyelenggaraan festival selama tiga dekade.

APBD Perubahan 2026 Trenggalek Disahkan, Anggaran Infrastruktur Bertambah Rp63,3 Miliar

Menurutnya, event berbasis budaya seperti FJTT dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus alasan wisatawan berkunjung ke suatu daerah di luar musim liburan.

“September dan Oktober itu musim low season bagi pariwisata. Tapi karena ada event ini orang datang,” katanya.

Wisnu juga menilai seni jaranan memberikan identitas budaya yang khas bagi Trenggalek dan memiliki potensi menarik pergerakan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Ketua penyelenggara FJTT ke-30, Reza Jaya alias Joyo, menegaskan festival tersebut bukan sekadar ajang perlombaan. FJTT menjadi ruang untuk bertemu, belajar, berbagi pengalaman sekaligus merawat jati diri budaya.

Selain lomba jaranan, rangkaian FJTT juga diisi kegiatan Samboja (Sambang Bolo Jaranan) sebagai ruang silaturahmi, diskusi, latihan dan berbagi pengalaman antarkelompok jaranan.

Kebakaran Hutan di Cakul Trenggalek, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Panitia juga menggelar kegiatan bersama para pendahulu penyelenggara FJTT untuk menggali cerita dan perjalanan festival yang mampu bertahan hingga memasuki usia 30 tahun.

Dengan masuknya FJTT ke dalam KEN 2026, seni jaranan Trenggalek kini mendapat ruang promosi yang lebih luas. Tradisi yang telah dirawat selama tiga dekade itu pun dibawa ke panggung pariwisata nasional.(*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post