Sulawesi Barat
Home » Berita » Hidupkan kembali Denyut Nadi Pasar Barra-barra Osango

Hidupkan kembali Denyut Nadi Pasar Barra-barra Osango

​MAMASA, Jurnalpos.id – Di mana angin pegunungan berbisik di antara lembah dan punggung bukit, tersimpan sebuah memori kolektif yang mengalir dari generasi ke generasi. Di Desa Osango, Kabupaten Mamasa, terdapat sebuah tanah bertuah sebuah pusar peradaban masa lalu yang dikenal sebagai Pasar Barra-barra. Kamis, 05/11/2026.

​Bukan sekadar hamparan tempat bertemunya para penjual dan pembeli, Pasar Barra-barra adalah warisan luhur para leluhur. Sejak zaman nenek moyang, kawasan ini telah menjadi titik temu denyut kehidupan, tempat di mana ikatan persaudaraan dirajut melalui pertukaran hasil bumi dan cerita di bawah langit Mamasa.

​Secara takdir geografis, Pasar Barra-barra berdiri di tempat yang sangat istimewa, di jantung Kabupaten Mamasa, dikelilingi oleh kesuburan tujuh desa yang senantiasa berdenyut. Jalur-jalur setapak yang kini merentang menjadi jalan penghubung antar-kecamatan dulunya adalah titian langkah para tetua yang membawa asa ke pasar ini.

​Kini, warisan tersebut memanggil kembali untuk dibangkitkan. Letaknya yang strategis menjadikannya simpul yang sempurna untuk merajut kembali pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas gerbang kemajuan kawasan perkotaan Mamasa.
​
Waktu memang terus berjalan, namun tantangan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya sempurna seakan menjadi ujian kesabaran bagi tanah leluhur ini. Kendati demikian, bagi warga setempat, keterbatasan bukanlah dinding pemisah, melainkan panggilan bagi tangan-tangan pengambil kebijakan untuk menorehkan tinta emas pembangunan yang terintegrasi.

​Perencanaan tata ruang yang matang mulai dari membuka pintu-pintu akses dari berbagai penjuru angin, memperhalus jalur distribusi, hingga menata kembali kawasan pasar diperlukan agar denyut ekonomi kembali berirama selaras dengan alam.
​
Demma, seorang tokoh masyarakat setempat, menyuarakan kembali gema harapan yang telah lama tertidur di tanah kelahirannya. Dengan pandangan jauh ke depan, ia mengetuk nurani pemerintah daerah agar melirik kembali kearifan lokal yang tersimpan di Pasar Barra-barra.

Ketika Ketua OSIS SMAN 1 Mamasa “Menodong” Wapres Gibran Demi Ruang Musik dan Asa Pelajar

“Kiranya hal ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah. Pasar Barra² memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena letaknya sangat strategis, berada di tengah wilayah Mamasa dan dikelilingi tujuh desa. Jika dibangun kembali, tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pengembangan wilayah Kota Mamasa,” tutur Demma dengan penuh pengharapan.

​Membangun kembali Pasar Barra-brra sejatinya adalah upaya merawat ingatan sekaligus menyongsong masa depan. Di sinilah tradisi dan modernitas dapat bergandengan tangan Menghubungkan kembali urat nadi transportasi antar-kecamatan agar hasil bumi rakyat mengalir dengan lancar, Menghadirkan pasar yang ramah, bersih, dan memuliakan para pedagang lokal penopang dapur keluarga, Menjadikannya mercusuar ekonomi yang memperluas wajah perkotaan Mamasa tanpa kehilangan jiwa tradisionalnya.
​
Kini, warisan para leluhur itu menanti tangan-tangan bijak untuk kembali dihidupkan. Warga Mamasa tidak hanya menanti sebuah pasar baru, melainkan sebuah kebangkitan sebuah bukti bahwa sejarah dan masa depan dapat berjalan berdampingan di bawah naungan Bumi Kondosapata’.(*)

Penulis : ROMAN.

Bupati Welem Sambolangi Apresiasi Sinergi Semua Pihak atas Suksesnya Kunjungan Wapres Gibran di Mamasa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post

–