Sulawesi Barat
Home » Berita » Kegiatan di Bukit Ziarah Bunda Maria berjalan khidmat & khusyuk

Kegiatan di Bukit Ziarah Bunda Maria berjalan khidmat & khusyuk

Mamasa, Jurnalpos.id – Rangkaian kegiatan ziarah tahunan Bunda Maria Tak Bernoda di Pena’, Desa Penanian, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, resmi berakhir pada Senin, 2 November 2026, setelah pelaksanaan Misa Kudus di pelataran Patung Bunda Maria Tak Bernoda, kompleks Gereja Katolik Pena’.

Misa penutupan tersebut dipimpin langsung Uskup Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa, didampingi Pastor Kevikepan, Pastor Paroki, serta sejumlah pastor lainnya.

Kegiatan ziarah tahunan yang digelar setelah berakhirnya Bulan Maria pada Oktober tersebut dihadiri ribuan umat Katolik dan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peziarah mengikuti rangkaian kegiatan ibadah dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Selain mengikuti Misa Kudus, kompleks perziarahan juga menjadi tempat umat untuk berdoa dan melakukan Jalan Salib.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Mamasa, Ernesto Randan, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai umat Katolik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peziarah yang telah datang mengikuti kegiatan tersebut.

Wapres Gibran tinjau RSUD Kondosapata’, dorong peningkatan fasilitas dan Tenaga medis.

Ia mengapresiasi sikap para peziarah yang dinilai mampu menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peziarah yang telah datang dari berbagai wilayah, khususnya Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Kami sangat mengapresiasi seluruh umat yang telah mengikuti ibadah dengan khidmat serta bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung,” ungkap Ernesto.

Menurutnya, kegiatan ziarah tahunan tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual bagi umat Katolik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat Kabupaten Mamasa.

Kehadiran ribuan peziarah turut memberikan dampak terhadap sektor perhotelan dan penginapan. Sejumlah hotel dan penginapan di Mamasa mendapatkan tambahan kunjungan selama berlangsungnya kegiatan.

Kondisi ini menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan keagamaan berskala besar juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha jasa penginapan dan sektor ekonomi masyarakat lainnya.

Kepala sekolah SMAN 1 Mamasa bangga atas kunjungan Wapres RI, sebut momen bersejarah dan membawa berkah

Pada kesempatan tersebut, Ernesto Randan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah membantu menjaga keamanan serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Ia menilai dukungan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga para peziarah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Selain itu, Ernesto turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan di sekitar poros Pena’, apabila selama kegiatan berlangsung terjadi kepadatan arus lalu lintas akibat meningkatnya volume kendaraan serta aktivitas parkir di sekitar lokasi ziarah.

Berakhirnya kegiatan ziarah tahunan ini diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai iman, persaudaraan, toleransi, serta kebersamaan umat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata religi Kabupaten Mamasa kepada masyarakat yang lebih luas.(*).

Penulis: ROMAN

Kadis kominfo soppeng ajak masyarakat waspadai hoaks

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post

–