Trenggalek, jurnalpos.id – Ribuan jamaah Al Khidmah memadati Pendopo Agung Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Sabtu (5/9/2026).
Mereka mengikuti pengajian akbar dan dzikir dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-832 Trenggalek.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto, Penjabat (Pj.) Sekda Trenggalek ST. Triadi Admono, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Mewakili Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Pj. Sekda ST. Triadi Admono menyampaikan apresiasinya atas kehadiran ribuan jamaah Al Khidmah yang memenuhi Pendopo Kabupaten Trenggalek.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Al Khidmah yang secara rutin setiap tahun turut Manghayu Bagya atau ikut memeriahkan Hari Jadi Trenggalek melalui kegiatan pengajian dan dzikir.
“Senang sekali pada hari ini Pendopo Kabupaten Trenggalek diputihkan oleh ribuan jamaah Al Khidmah. Kami berterima kasih karena setiap tahun Al Khidmah selalu ikut Manghayu Bagya memeriahkan Hari Jadi Trenggalek,” ujarnya.
Sementara itu, Edif Hayunan Siswanto dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi jamaah Al Khidmah dalam rangkaian Hari Jadi ke-832 Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut, Edif mengajak jamaah dan masyarakat untuk memaknai tema Hari Jadi ke-832 Trenggalek, yakni “Hambeging Bumi”.
Menurutnya, Hambeging Bumi memiliki makna meneladani lakuning bumi, atau sifat dan perilaku bumi dalam kehidupan.
“Niru lakuning bumi ini harapannya bisa meneladani watak bumi karena sangat luar biasa watak bumi. Sifat bumi ini memberi tanpa pamrih,” kata Edif.
Ia menjelaskan, bumi memberikan air dan berbagai sumber kehidupan kepada seluruh makhluk yang berada di atasnya tanpa membeda-bedakan.
“Bumi memberikan air kepada makhluk di permukaannya. Semua itu diberikan tanpa pamrih, tidak dibedakan satu sama lain. Tidak membedakan pangkat, derajat, manusia, hewan maupun tumbuhan,” jelasnya.
Mantan Camat Panggul tersebut menambahkan, bumi juga memiliki sifat tidak mudah mengeluh dan tidak saling menyalahkan. Nilai-nilai tersebut, kata dia, diharapkan dapat diteladani masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, bumi juga mengajarkan sifat rendah hati. Meski memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan kehidupan, bumi tidak pernah menyombongkan diri.
“Samahalnya kehidupan di dunia, tidak ada yang perlu kita sombongkan meskipun kita memiliki segalanya karena apa yang kita punya ini hanyalah titipan,” tandasnya.
Dalam momentum Hari Jadi ke-832 Trenggalek tersebut, Edif mengajak dirinya sendiri, jamaah Al Khidmah, dan seluruh masyarakat Trenggalek untuk benar-benar meresapi makna Hambeging Bumi.
Ia berharap masyarakat dapat hidup bersahabat, berdampingan, sekaligus menjaga bumi. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan akan membawa kebaikan bagi kehidupan.
“Dengan bersahabat, berdampingan dan menjaga bumi ini, maka bumi juga akan memberikan kebaikan kepada kita,” pungkasnya.(*).



Komentar