TRENGGALEK -Jurnalpos.id— Kabupaten Trenggalek memperingati Hari Jadi ke-832 dengan mengusung tema Habbeging Bumi. Tema tersebut menjadi penegasan komitmen daerah untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan yang berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tahun 2026 diawali dengan kirab pasukan dari depan Dinas Pendidikan menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (31/8/2026).
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan tema Habbeging Bumi selaras dengan arah pembangunan Trenggalek, termasuk komitmen menuju net carbon.
Menurutnya, filosofi Habbeging Bumi mengandung pesan bahwa manusia tidak boleh memisahkan pembangunan dari tanggung jawab menjaga lingkungan dan bumi tempat kehidupan berlangsung.
“Bapak Bupati juga mengingatkan kita semua bahwasanya tetap kita diminta untuk teguh memegang prinsip pembangunan yang berkelanjutan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan,” ujar Toni.
Komitmen tersebut juga diwujudkan dalam bentuk yang lebih nyata. Sejak 2023, ucapan peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tidak lagi identik dengan penggunaan styrofoam, melainkan memanfaatkan unsur tanaman untuk menekan timbulan limbah.
Tanaman tersebut kemudian tidak sekadar menjadi bagian dari dekorasi atau simbol perayaan. Dalam prosesi kirab pusaka, tanaman dibagikan langsung kepada masyarakat untuk ditanam.
Upaya menjaga hubungan manusia dengan lingkungan juga diperkuat melalui kegiatan Metri Bumi yang untuk kedua kalinya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas sumber daya alam yang selama ini menopang kehidupan masyarakat, sekaligus pengingat bahwa manusia memiliki kewajiban menjaga dan mengembalikan kebaikan kepada bumi.
“Sudah tahun kedua ini dirangkaikan dengan kegiatan Metri Bumi untuk mengingatkan kita bahwa kita sudah mengambil dari bumi, sumber daya alam yang menghidupi kita selama ini. Maka kemudian harus kita peringati, harus disyukuri dengan mengembalikan juga, berdoa untuk kelestarian bumi kita,” jelasnya.
Pelaksanaan Metri Bumi digelar di empat penjuru mata angin Kabupaten Trenggalek serta satu titik sentral. Dengan demikian, rangkaian ritual dilaksanakan di lima titik yang tersebar di wilayah Trenggalek.
Toni berharap, bertambahnya usia Kabupaten Trenggalek menjadi momentum untuk menghadirkan kemajuan yang semakin nyata. Peringatan hari jadi, kata dia, tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga harus membawa manfaat bagi masyarakat.
“Untuk tahun depan harapannya bisa memperingati hari jadi dengan melalui perkembangan Kabupaten Trenggalek yang lebih baik, sehingga dalam peringatannya pun juga kita wujudkan rasa syukur dengan perayaan lebih khidmat, lebih meriah dan juga lebih membawa berkah manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya. (AG)



Komentar