Pidie, jurnalpos.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie terus bergerak taktis dalam mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi tahunan yang kerap melanda wilayahnya.
Dua aliran sungai utama, Krung Baru dan Krung Tiro, diidentifikasi sebagai titik krusial penyebab banjir musiman yang memerlukan penanganan komprehensif dari hulu hingga ke hilir.
Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Pidie menaruh harapan besar pada dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian/Lembaga terkait dan Balai Wilayah Sungai Sumatra.
Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Pemerintahan Setdakab Pidie, Apriadi, usai menggelar rapat koordinasi strategis bersama Tim Penilai Kerusakan dan Kerugian (PRR) Pusat dari Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin oleh Dr. Indran.
“Kabupaten Pidie memiliki dua alur sungai utama, yakni Krung Baru dan Krung Tiro. Setiap tahun, keberadaan kedua sungai ini secara bergantian memicu banjir.
Oleh karena itu, diperlukan penanganan serius dan menyeluruh dari hilir hingga ke hulu,” ujar Apriadi dalam keterangannya.
Apriadi menjelaskan bahwa penanganan pasca-bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu kini mulai menunjukkan dampak positif. Intervensi fisik yang dilakukan oleh pihak Balai di beberapa titik kritis telah berhasil mengurangi dampak dan risiko luapan banjir di pemukiman warga.
Meski demikian, Pemkab Pidie mencatat masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan di lapangan.
Berikut adalah rincian progres penanganan titik rawan pada kedua alur sungai : Krung Baru : Dari total 21 titik rawan, sebanyak 9 titik telah berhasil tertangani, sehingga menyisakan 12 titik kritis yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Krung Tiro : Dari total 12 titik rawan, sebanyak 9 titik telah berhasil diselesaikan, menyisakan 3 titik lagi menuju penuntasan total.
Usulan keberlanjutan proyek normalisasi ini direspons secara serius oleh Tim PRR Pusat dan pihak Balai Wilayah Sungai.
Mereka berkomitmen untuk melanjutkan penanganan pada titik-titik tersisa demi memberikan rasa aman bagi masyarakat Pidie.
Menutup keterangannya, Apriadi turut menyampaikan apresiasi mendalam dari Bupati Pidie atas sinergi lintas sektor yang telah terjalin dengan baik selama ini.
“Bapak Bupati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta rekan-rekan dari Balai di provinsi yang selalu sigap dan konsisten membantu Pemkab Pidie dalam percepatan penanggulangan bencana di daerah,” pungkas Apriadi.
Melalui penuntasan normalisasi hulu-hilir di Krung Baru dan Krung Tiro ini, Pemkab Pidie optimistis angka kejadian bencana, kerugian material, hingga potensi korban jiwa akibat banjir tahunan dapat ditekan secara signifikan.(*).


Komentar