Pidie, jurnalpos.id – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting TPID Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Rapat yang berlangsung di Aula Ruang Rapat Setdakab Pidie Jaya Lantai II, Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, dipimpin langsung Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., M.E.
Turut hadir Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Pabungdim 0102 Pidie/Pidie Jaya Mayor Inf Ruslan, perwakilan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Kepala BPS Pidie Jaya, perwakilan Bulog Cabang Sigli, para Asisten Setdakab, SKPK terkait, anggota TPID, serta insan pers.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan strategis dibahas, mulai dari perkembangan harga bahan pokok, ketersediaan pangan, penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga langkah antisipasi terhadap kenaikan harga komoditas.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya memaparkan berbagai upaya pengendalian inflasi, termasuk penanaman cabai dan bawang merah di lahan bekas bencana serta neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok.
Sementara itu, Disperindagkop menyampaikan perkembangan harga bahan pokok selama Januari hingga Agustus 2026. Kenaikan sejumlah komoditas pada Agustus turut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dinas Perikanan dan Kelautan juga memaparkan sejumlah langkah menghadapi inflasi sektor perikanan tangkap, termasuk pemanfaatan cold storage untuk menjaga ketersediaan ikan serta pengawasan distribusi BBM bagi nelayan.
Bupati Minta OPD Bergerak Cepat
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi yang cepat dan terintegrasi. Setiap indikasi kenaikan harga maupun gangguan pasokan harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu kondisi membesar.
Ia juga meminta seluruh OPD meningkatkan kualitas data terkait harga, stok, produksi dan distribusi komoditas pangan strategis.
โSetiap permasalahan harus segera dicarikan solusi secara bersama-sama sesuai kewenangan masing-masing,โ demikian arahan Bupati dalam rapat tersebut.
Bupati juga meminta rapat koordinasi terkait pengendalian inflasi dilaksanakan secara rutin dua minggu sekali, sehingga setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani bersama.
Kapolres Dorong Operasi Pasar Dilakukan Serentak
Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi menyampaikan dukungan penuh Polri terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Menurutnya, kegiatan operasi pasar perlu dilakukan secara bersama-sama dan serius agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Kapolres juga mendorong Dinas Pertanian dan Pangan menyusun pola tanam masyarakat di setiap kecamatan dengan pengaturan jenis komoditas dan waktu tanam. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga dalam jangka panjang.
โDiperlukan ide dan langkah konkret dari seluruh SKPK serta instansi terkait dalam pengendalian inflasi,โ ujar Kapolres dalam arahannya.
Terkait sektor perikanan, Kapolres turut mendorong optimalisasi cold storage untuk mengantisipasi kelangkaan stok ikan. Selain itu, pengawasan distribusi BBM bagi nelayan dinilai penting agar kebutuhan nelayan terpenuhi dan tidak terjadi penyalahgunaan.
Stok Sejumlah Komoditas Mulai Menipis
Kepala BPS Kabupaten Pidie Jaya turut mengingatkan adanya penurunan stok sejumlah komoditas. Stok ayam ras disebut mulai tidak tersedia, sementara cabai merah dan telur ayam ras mulai berkurang.
Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW serta kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BPS meminta seluruh pihak segera mengambil langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Bulog menyampaikan telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan bantuan pangan bersama Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya. Bulog juga akan terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari kilang-kilang padi serta mengawasi pendistribusiannya kepada masyarakat.
Dengan sinergi pemerintah daerah, Polri, TNI, Kejaksaan, BPS, Bulog, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan, TPID Pidie Jaya diharapkan mampu merespons setiap potensi gejolak harga secara cepat dan tepat.
Rapat High Level Meeting TPID Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar dan kondusif.(*).



Komentar