Jakarta, jurnalpos.id – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) menegaskan komitmennya dalam menuntaskan pemulihan sektor kelistrikan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Hingga awal April 2026, layanan listrik di tiga provinsi utama terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah pulih hampir sepenuhnya.
Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan menjadi prioritas utama karena perannya yang vital dalam menunjang aktivitas masyarakat dan percepatan pemulihan ekonomi.
“Pemulihan listrik sudah mencapai sekitar 99,90 persen. Memang masih ada wilayah terisolir akibat longsor, namun kebutuhan listrik warga tetap kami penuhi melalui genset,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data terbaru, kondisi kelistrikan di Aceh dan Sumatera Barat telah mencapai 100 persen menyala. Sementara itu, di Sumatera Utara, pemulihan masih terus dilakukan, terutama di dua desa yakni Siantar Naipospos dan Pardomuan Nauli yang akses jalannya terdampak bencana.
Untuk menjamin kebutuhan masyarakat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyalurkan genset portable sebagai solusi sementara sembari menuntaskan perbaikan jaringan.
Saat ini, pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 17,5 kilometer dan pemasangan empat trafo berkapasitas 50 kVA tengah dikebut. Progres pekerjaan telah mencapai 77,82 persen atau sekitar 13,62 kilometer, dan dipastikan kembali dipercepat setelah masa libur Lebaran.
Satgas PRR juga sigap menangani gangguan lanjutan akibat bencana susulan. Banjir yang melanda wilayah Tapanuli Utara pada 19 Maret 2026 sempat menyebabkan pemadaman di empat gardu listrik dan berdampak pada 54 pelanggan. Namun, penanganan cepat berhasil meminimalkan dampak yang terjadi.
Pemulihan listrik ini menjadi fondasi penting dalam mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi normal. Dengan tersedianya listrik, layanan publik, aktivitas ekonomi, serta interaksi sosial masyarakat dapat kembali berjalan optimal.
Satgas PRR menegaskan akan terus mengawal proses rehabilitasi hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih, melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN terkait.(*).


Komentar