Aceh
Home » Berita » Pabrik Sabu Rp2,16 Triliun Di Pidie Digerebek, Bos Besar “LS” Kini Buron

Pabrik Sabu Rp2,16 Triliun Di Pidie Digerebek, Bos Besar “LS” Kini Buron

Pidie, jurnalpos.id – Sebuah rumah toko (ruko) di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, ternyata menjadi kedok dari laboratorium sabu internasional berskala raksasa. Dalam operasi gabungan berdarah dingin yang melibatkan otoritas lintas negara, petugas berhasil membongkar pabrik gelap yang memproduksi barang haram dengan nilai ekonomi fantastis mencapai Rp2,16 triliun.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa temuan ini menjadi alarm keras bagi tanah air. “Indonesia bukan lagi sekadar pasar narkoba, melainkan telah menjadi lokasi target produksi sindikat internasional,” ungkap Jenderal Suyudi dalam konferensi pers joint operation bersama BNN RI, Bea Cukai, dan NNCC China, Jumat 23/10/2026.

Kronologi Penggerebekan & Detail Mencengangkan

Lokasi Operasi Ruko di Jalan lintas Beureunuen-Kembang Tanjong, Dayah Tanoh, Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur.

Waktu Penggerebekan Rabu (21/10), setelah melalui penyelidikan rahasia sejak Februari lalu bekerja sama dengan otoritas narkotika China.

Senator Aceh Azhari Cage SIP MAP Salurkan Sembako untuk Warga Beutoeng Ateuh Banggalang Nagan Raya

Barang Bukti Raksasa Petugas menyita 20 drum cairan meth oil dan sekitar 500 kilogram sabu kristal, dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton.

Peralatan Canggih Di dalam ruko, ditemukan alat produksi modern mulai dari mesin cuci khusus untuk proses kristalisasi hingga mesin vakum untuk pengemasan kilat.

11 Tersangka Ditangkap, 2 WNA, Otak Utama “LS” Diburu!

Dalam operasi senyap ini, petugas berhasil mengamankan sebelas tersangka di berbagai wilayah Aceh, di mana dua di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Namun, perburuan belum usai. Polisi kini mengerahkan seluruh tim memburu LS, sang pengendali utama laboratorium, bersama sejumlah pengatur lapangan yang berhasil lolos saat penggerebekan. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas siapa saja aktor intelektual di balik jaringan global ini.

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba

Aliran Dana Dan Aset Bakal Dimiskinkan. Tak hanya hukuman fisik, penyidik menegaskan akan menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Seluruh aliran dana dan aset tersembunyi milik jaringan ini akan dilacak hingga akar-akarnya untuk disita oleh negara.

Imbauan Keras Kapolri Jenderal Suyudi meminta seluruh masyarakat, terutama pemilik ruko dan rumah sewa, untuk ekstra waspada dan memeriksa ketat identitas calon penyewa agar properti mereka tidak dijadikan sarang produksi narkotika terselubung.(*).

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post

–