PIDIE JAYA, jurnalpos.id – Menghadapi potensi bencana alam dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla), sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., bersama Forkopimda Kabupaten Pidie Jaya mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Karhutla Tahun 2026 di halaman Gedung MTQ, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (14/09/2026).
Apel yang dipimpin langsung Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malaysi, MA., S.Sos., M.E., tersebut diikuti personel gabungan dari Kodim 0102/Pidie, Yonarmed 17/RC, Polres Pidie Jaya, Satpol PP, Polisi Kehutanan, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Turut hadir Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Kajari Pidie Jaya Sayid Muhammad, S.H., M.H., Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya, serta sejumlah pejabat utama pemerintahan dan lintas sektor Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam amanatnya, Bupati Pidie Jaya menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh menunggu munculnya ancaman. Seluruh unsur harus memastikan personel, peralatan, sistem komunikasi, dan koordinasi berada dalam kondisi siap sebelum bencana terjadi.
“Kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana terjadi. Kita harus memiliki personel yang siap, peralatan yang siap, sistem komunikasi yang siap, serta koordinasi yang kuat antarinstansi,” tegas Bupati.
Ia menekankan, Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan, perekonomian, dan kelestarian alam. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas bersama.
Bupati meminta seluruh jajaran memperkuat pemetaan wilayah rawan Karhutla, meningkatkan patroli dan pemantauan, serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Jangan menunggu api muncul baru kita bergerak. Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi yang cepat dan terpadu,” ujarnya.(*).



Komentar