Pendidikan Trenggalek
Home » Berita » Padukan Ilmu Kejuruan dan Agama, SMK Terpadu Assalam Durenan Perkuat Posisi Jadi Pilihan Utama di Trenggalek

Padukan Ilmu Kejuruan dan Agama, SMK Terpadu Assalam Durenan Perkuat Posisi Jadi Pilihan Utama di Trenggalek

TRENGGALEK – Jurnalpos.id – SMK Terpadu Assalam Durenan terus mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dan keagamaan bagi generasi muda di Kabupaten Trenggalek. Mengusung konsep pendidikan yang memadukan kompetensi kejuruan, pembentukan karakter, dan pendidikan agama, sekolah yang berada di Jalan Raya Karangrejo-Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, itu kini telah memiliki sekitar 300 siswa.

Ketua Yayasan SMK Terpadu Assalam Durenan, Drs.H.Mucholis Ridwan,MM atau yang akrab disapa Kyai Kholis, menjelaskan bahwa sekolah tersebut berdiri melalui program bantuan pemerintah berupa Unit Sekolah Baru (USB).

“SMK Assalam Durenan merupakan program bantuan dari pemerintah, USB (Unit Sekolah Baru). Kalau dulu hanya sekolah negeri, program itu hanya satu tahun saja, sekarang sudah tidak ada. Berdiri tahun 2016–2017,” ujar Kyai Kholis.

Meski tergolong sekolah yang relatif baru, SMK Terpadu Assalam Durenan terus menunjukkan perkembangan. Menurut pihak yayasan, sekolah tersebut kini masuk dalam jajaran empat besar SMK swasta dari sekitar 28 SMK swasta yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Saat ini, SMK Terpadu Assalam memiliki tiga kompetensi keahlian, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Perbankan Mikro, dan Bisnis Digital. Khusus kompetensi Perbankan Mikro, pihak yayasan menyebut program tersebut menjadi salah satu keunggulan sekolah karena merupakan satu-satunya kompetensi sejenis di wilayah Trenggalek.

Ayam Lodho Pak Yusuf, Kuliner Khas Trenggalek yang Bertahan Sejak 1987 dan Terus Berkembang

Tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, sekolah juga membekali siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran tambahan. Salah satunya adalah bahasa Jepang yang dipersiapkan sebagai bekal bagi siswa yang memiliki minat melanjutkan pengalaman pendidikan maupun bekerja di Jepang.

“Alhamdulillah anak-anak SMK Assalam juga kami berikan pelajaran ekstra pembelajaran bahasa Jepang. Ada yang sudah berangkat ke Jepang, ada juga yang masih menunggu,” jelasnya.

Kyai Kholis mengatakan, salah satu keunggulan lain SMK Terpadu Assalam adalah fasilitas pendidikan yang dinilai cukup lengkap. Sekolah juga menyediakan pilihan asrama atau pondok bagi siswa sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Siswa yang tinggal di pondok berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek, antara lain Munjungan, Kampak, Panggul, Gandusari, Dongko, Pule, Watulimo, dan Durenan.

Di lingkungan pondok atau asrama, siswa tidak hanya mengikuti pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan pembelajaran keagamaan melalui kegiatan diniyah dan kajian kitab.

Anniversary ke-2 AABI Trenggalek Makin Meriah dengan Sajian Ayam Lodho Pak Yusuf

“Di pondok atau asrama ada diniyah dan ngaji kitab,” ujarnya.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya SMK Terpadu Assalam dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga mempunyai karakter dan bekal keagamaan yang kuat.

Di bidang nonakademik, SMK Terpadu Assalam juga aktif mengembangkan berbagai kegiatan unggulan. Salah satunya adalah drumband yang kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan acara di Kabupaten Trenggalek.

“Kemarin waktu kirab di Trenggalek, satu-satunya drumband yang mengiringi kirab dari SMK Assalam,” kata Kyai Kholis.

Selain drumband, sekolah mengembangkan Pasukan Khas yang mengedepankan kedisiplinan, kekompakan, dan ketangguhan siswa. Kegiatan tersebut mendapatkan pembinaan dari Koramil Durenan sehingga para siswa memperoleh pelatihan kedisiplinan secara intensif.

Upacara HUT ke-81 RI di Trenggalek, Pj Sekda Tekankan Perjuangan Melawan Tantangan Zaman

Pembinaan tersebut turut membuahkan prestasi. Pasukan Khas SMK Assalam berhasil meraih juara dalam lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Durenan.

“Kemarin waktu lomba gerak jalan sekecamatan Durenan, juara 1 putra-putri Assalam. Karena memang Pasukan Khas itu dilatih oleh Koramil, sehingga disiplinnya luar biasa,” tuturnya.

Sebagai sekolah yang relatif baru, SMK Terpadu Assalam harus berhadapan dengan persaingan dengan sekolah negeri maupun swasta yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat Trenggalek.

Untuk memperkenalkan sekolah dan program pendidikannya, pihak sekolah memilih pendekatan silaturahmi secara langsung kepada calon siswa dan keluarga.

“Alhamdulillah kami mengedepankan silaturahim. Jadi Bapak-Ibu guru hari ini sudah silaturahim ke adik-adik SMP yang kelas 3. Sehingga nanti yang berkenan, berminat, kita minta ke SMK Assalam dengan kelengkapannya,” jelas Kyai Kholis.

Menurutnya, sekolah juga berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMK Terpadu Assalam.

Salah satu bentuk kemudahan tersebut adalah pemberian seragam khas sekolah berwarna hijau secara gratis. Sementara bagi siswa yang tinggal di pondok, sekolah menyediakan jas almamater berwarna biru tanpa biaya tambahan.

“Seragam khas yang warna hijau itu gratis dari kami. Yang mondok kami kasih jas almamater warna biru, itu gratis. SPP gratis. Sejak awal berdiri satu rupiah pun kami tidak pernah menarik iuran,” tegasnya.

Adapun bagi siswa yang tinggal di pondok atau asrama, biaya yang perlu disiapkan maksimal sekitar Rp300 ribu per bulan. Biaya tersebut sudah mencakup kebutuhan makan para santri.

“Yang bayar itu mungkin mondok atau asrama dan itupun maksimal Rp300.000 per bulan, dapat makan tiga kali sehari, sekarang dua kali karena ada MBG,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pihak pondok berupaya memberikan keleluasaan kepada para siswa dalam makan maupun mengambil makanan.

“Kalau makan nasi, sayur, lauk, kerupuk, kami suruh ambil sendiri. Saya amati kalau di pondok itu biasanya dibatasi sehingga itu jadi problem. Dari situ maka saya bilang, ‘Yo wes, bebas ambil sepuasnya,’” ungkapnya.

Saat ini, jumlah siswa SMK Terpadu Assalam Durenan disebut mencapai sekitar 300 siswa. Sebagian di antaranya merupakan siswa yang berasal dari Pondok Darussalam sebagai lembaga induk, sedangkan sekitar 250 siswa lainnya murni merupakan peserta didik yang menempuh pendidikan di SMK Assalam.

Dengan berbagai program pendidikan, fasilitas, kegiatan unggulan, serta konsep yang memadukan pendidikan kejuruan dan keagamaan, SMK Terpadu Assalam Durenan terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan pendidikan menengah kejuruan bagi masyarakat Trenggalek.

Pihak sekolah berharap keberadaan SMK Assalam tidak hanya mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan bekal keagamaan yang kuat.

“Harapan kami, SMK Assalam tidak hanya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, serta memiliki bekal keagamaan yang kuat. Dengan demikian, para lulusan nantinya tidak hanya memiliki keterampilan untuk meraih masa depan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (wwn)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post