Aceh
Home » Berita » Abu Doto Pulang untuk Terakhir Kalinya, Ratusan Jamaah Iringi Pemakaman dr. Zaini Abdullah di Rapana

Abu Doto Pulang untuk Terakhir Kalinya, Ratusan Jamaah Iringi Pemakaman dr. Zaini Abdullah di Rapana

Pidie, Jurnalpos.id – Langit senja yang mulai meredup di Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, seakan menjadi saksi kepulangan terakhir salah satu putra terbaik Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah, atau yang akrab disapa Abu Doto, tiba di kampung halamannya pada Sabtu (13/6/2026) pukul 18.32 WIB untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Sejak sore hari, ratusan warga telah memadati jalan-jalan desa dan kawasan sekitar masjid untuk menanti kedatangan jenazah. Masyarakat dari berbagai daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, kerabat, dan sahabat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama hidupnya dikenal sebagai dokter, tokoh perdamaian, dan pemimpin yang mengabdikan diri bagi Aceh.

Ketika iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah memasuki Gampong Rapana, suasana mendadak hening. Warga berdiri di tepi jalan dengan wajah penuh kesedihan. Sebagian menundukkan kepala, sementara yang lain tampak meneteskan air mata seraya melantunkan doa bagi almarhum.

Pemandangan duka juga terlihat dari deretan papan bunga ucapan belasungkawa yang berjejer di sepanjang jalan menuju lokasi penyambutan. Papan-papan bunga tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi, lembaga pendidikan, perusahaan, hingga sahabat dan masyarakat yang ingin menyampaikan penghormatan terakhir kepada Abu Doto.

Sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Setelah itu, rombongan membawa jenazah menuju kampung halaman untuk memenuhi wasiat keluarga agar dimakamkan di tanah kelahirannya.

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Subulussalam Naik ke Tahap Penyidikan, Penetapan Tersangka Menunggu Pemeriksaan Lanjutan

Setibanya di Rapana, jenazah kembali disalatkan di Masjid Baitussa’adah Teureubue. Ratusan jamaah memenuhi ruang utama masjid hingga halaman sekitarnya. Dalam suasana yang khusyuk, doa-doa dipanjatkan agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Bagi masyarakat Aceh, Abu Doto bukan sekadar mantan gubernur. Ia adalah bagian dari sejarah Aceh modern. Sosok yang pernah mengabdikan dirinya di dunia kesehatan itu kemudian mengambil peran penting dalam perjalanan politik dan perdamaian Aceh. Kepemimpinannya sebagai Gubernur Aceh pada periode 2012–2017 meninggalkan berbagai catatan pembangunan dan pengabdian yang hingga kini masih dikenang masyarakat.

Kesederhanaan, ketenangan, dan kedekatannya dengan rakyat menjadi alasan mengapa kepergiannya meninggalkan duka yang begitu mendalam. Banyak warga yang hadir mengaku datang bukan hanya untuk mengantar jenazah, tetapi juga untuk menyampaikan rasa terima kasih atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan almarhum selama hidupnya.

Usai salat jenazah, iring-iringan pelayat kemudian mengantar Abu Doto menuju tempat peristirahatan terakhirnya di area pemakaman keluarga yang berada di kawasan SD IT Teureubue Rapana. Langkah demi langkah para pelayat mengiringi perjalanan terakhir tokoh yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan Aceh.

Suasana haru semakin terasa ketika jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah, sementara lantunan doa terus mengalun dari para pelayat yang hadir. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan panjang seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat dan tanah kelahirannya.

Aceh Berduka, Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun

Hari itu, Rapana tidak hanya menerima kepulangan seorang putra daerah. Gampong kecil di Kecamatan Mutiara tersebut menjadi saksi sejarah kepulangan terakhir seorang tokoh besar Aceh yang pernah mengabdikan diri sebagai dokter, pejuang, dan pemimpin.

Kepergian dr. Zaini Abdullah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Namun, dedikasi, pemikiran, serta pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan rakyat dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Aceh yang tidak akan terlupakan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Selamat jalan, Abu Doto. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah engkau berikan untuk Aceh. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahanmu, menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan kuburmu, serta menempatkanmu di surga-Nya.(*)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah untuk Kemanusiaan

  • Penulis: Satriadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post