TRENGGALEK, jurnalpos.id – Suasana Hutan Kota (HUKO) Gunung Jaas dipenuhi kemeriahan dan kehangatan persaudaraan pada Sabtu (15/8/2026). Komunitas pemilik nama Agus yang tergabung dalam Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Brotherhood in Harmony Dewan Agus Cabang (DAC) Trenggalek sukses menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary) ke-2.
Perayaan tahunan tersebut berlangsung semakin istimewa karena digelar berdekatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika para anggota dan tamu undangan menikmati hidangan khas Trenggalek, Ayam Lodho Pak Yusuf.
Ayam Lodho Pak Yusuf menjadi salah satu sajian yang melengkapi keakraban dalam perayaan Anniversary ke-2 AABI DAC Trenggalek. Kuliner yang telah dikenal sebagai salah satu warisan cita rasa khas Trenggalek tersebut dihadirkan untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kehadiran Ayam Lodho Pak Yusuf sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan mengangkat kuliner lokal dalam berbagai kegiatan masyarakat. Dengan cita rasa khas tradisional yang telah dipertahankan sejak 1987, sajian tersebut menjadi pilihan yang tepat untuk menemani momentum silaturahmi dan kebersamaan anggota AABI.
Ketua DAC AABI Trenggalek, Agus Riyanto, menyampaikan bahwa bulan Agustus selalu menjadi momentum bersejarah bagi keberadaan AABI di Trenggalek. Sejak berdiri dua tahun lalu, komunitas tersebut konsisten menggelar berbagai agenda positif setiap bulan Agustus.
Menurut Agus Riyanto, AABI tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya orang-orang bernama Agus. Komunitas ini memiliki misi moral untuk mempererat persaudaraan sekaligus melestarikan nama “Agus” yang dinilai mulai jarang digunakan oleh generasi muda.
“Visi dan misi utama AABI adalah menjalin persaudaraan sekaligus melestarikan nama Agus. Di era digital saat ini, nama Agus makin jarang dijumpai di sekolah-sekolah—paling hanya satu-dua, atau bahkan tidak ada sama sekali. Melalui wadah ini, kita mempertegas komitmen untuk menjaga eksistensi nama tersebut, baik yang berada di depan, tengah, maupun belakang nama seseorang,” ujar Agus Riyanto.
Ia menambahkan, jumlah anggota AABI di Kabupaten Trenggalek terus bertambah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan AABI mampu beradaptasi dengan dinamika zaman sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang positif.
Tidak hanya menjadi tempat berkumpul, AABI Trenggalek kini mulai menyiapkan berbagai program strategis yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Program tersebut akan menyasar sejumlah sektor, di antaranya sektor sosial dengan mengoptimalkan aksi kepedulian dan bantuan kemanusiaan, sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM anggota maupun masyarakat lokal, serta sektor olahraga dengan menggelar agenda kebugaran dan kejuaraan berbasis komunitas.
Untuk mewujudkan berbagai program tersebut, AABI Trenggalek siap membangun komunikasi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Kehadiran komunitas ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rachmadi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi AABI dalam menjalankan berbagai aksi sosial.
Doding menilai, tradisi berkumpul dalam kegiatan positif dapat menjadi ruang untuk melahirkan berbagai gagasan kreatif yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.
“Ini merupakan wadah kegiatan sosial masyarakat yang sangat baik. Dari kumpul-kumpul seperti inilah muncul ide-ide kreatif, terutama di bidang sosial, ekonomi, dan olahraga,” ungkap Doding.
Ia berharap semakin banyak komunitas masyarakat yang aktif bergerak dan memberikan kontribusi positif sehingga suasana Kabupaten Trenggalek tetap aman, nyaman, dan kondusif.
“Harapan kita bersama, Trenggalek tetap adem ayem sesuai slogan ‘Trenggalek Terang ing Nggalih’. Jika makin banyak kelompok masyarakat yang bergerak aktif di bidang sosial, ekonomi, dan budaya, Trenggalek dipastikan akan berkembang pesat di segala bidang,” lanjutnya.
Di tengah suasana rindang HUKO Gunung Jaas, sajian Ayam Lodho Pak Yusuf turut mempererat suasana kebersamaan. Hidangan khas tersebut dinikmati bersama oleh para peserta sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi dalam Anniversary ke-2 AABI DAC Trenggalek.
Perayaan Anniversary ke-2 AABI Trenggalek kemudian ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, foto bersama, serta komitmen untuk terus menjaga persaudaraan dan menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Trenggalek.
Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa komunitas, kuliner lokal, budaya, dan semangat gotong royong dapat berjalan beriringan dalam membangun kebersamaan serta menggerakkan potensi masyarakat di Kabupaten Trenggalek.(*).



Komentar