Banda Aceh, jurnalpos.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier. Salah satu jabatan yang mengalami pergantian adalah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. resmi ditunjuk sebagai Kapolda Aceh. Ia menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang dimutasikan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Polda Aceh dalam rangka memasuki masa purnatugas. Mutasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kapolri Nomor Kep/924/VI/2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.
Penunjukan Brigjen Pol. Ruddi Setiawan menjadi bagian dari upaya Polri untuk memperkuat organisasi sekaligus menjaga kesinambungan kepemimpinan di jajaran kewilayahan. Sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh, ia mengemban tugas sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.
Bagi masyarakat Aceh, Brigjen Pol. Ruddi Setiawan bukanlah sosok yang asing. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh pada periode 2021–2022. Selama bertugas di Aceh, ia terlibat dalam berbagai upaya penegakan hukum, khususnya di bidang pemberantasan peredaran narkotika, sehingga dinilai telah memahami karakteristik wilayah serta tantangan keamanan di Provinsi Aceh.
Selain pernah bertugas di Aceh, Brigjen Pol. Ruddi Setiawan juga memiliki pengalaman di sejumlah jabatan strategis di tingkat nasional. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam mengemban amanah sebagai Kapolda Aceh, terutama dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan profesionalisme anggota, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Dengan pengalaman yang dimiliki di bidang reserse, pemberantasan narkotika, serta pengembangan organisasi kepolisian, Brigjen Pol. Ruddi Setiawan diharapkan mampu melanjutkan program-program Polda Aceh. Ia juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Aceh, TNI, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.(*).
- Penulis: Satriadi


Komentar