Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya enam titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh pada Minggu (10/5/2026).
Titik panas ini terpantau melalui sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS, dengan tingkat kepercayaan kategori sedang.
Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Fitriana Nur, sebaran titik panas tersebut terdeteksi di tiga wilayah berbeda.
Di Kabupaten Aceh Selatan terdapat empat titik panas, masing-masing dua di Kecamatan Trumon Timur, satu di Trumon, dan satu di Trumon Tengah.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur terpantau satu titik panas di Kecamatan Peureulak.
Satu titik panas lainnya berada di Kota Lhokseumawe, tepatnya di Kecamatan Muara Satu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan.
Fenomena MJO
Pada bagian lain, BMKG juga mencatat masih aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Aceh.
Kondisi atmosfer ini diperkuat oleh adanya belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan Barat dan Timur Aceh.
Faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi penguapan dan pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.
Dengan adanya kombinasi titik panas dan kondisi atmosfer yang dinamis, BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Peningkatan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan sekaligus kesiapan menghadapi potensi hujan diharapkan dapat meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.(SrNTv).


Komentar