Aceh
Home » Berita » PW KAMMI Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter ‘Pesta Babi’, Angkat Isu Kemanusiaan Papua

PW KAMMI Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter ‘Pesta Babi’, Angkat Isu Kemanusiaan Papua

Banda Aceh, jurnalpos.id – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia melalui Pengurus Wilayah KAMMI Aceh menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi pada Sabtu malam (9/5/2026) di Chirasa Kopi.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Nobar film yang tengah viral itu berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme hingga akhir acara.

Kepala Bidang Kebijakan Publik PW KAMMI Aceh, Khairul Rahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat realita yang terjadi di Papua dan berbagai persoalan kemanusiaan di Indonesia.

“Kita mengadakan nobar ini untuk kembali melihat realita yang terjadi di negeri kita. Kurang lebih, apa yang tergambar dalam film ini menunjukkan bagaimana kolonialisme masih bisa terjadi di negeri sendiri pada masa sekarang,” ujarnya.

Selama pemutaran film berlangsung, para peserta tampak mengikuti jalannya film dengan serius dan penuh perhatian. Suasana semakin hangat ketika memasuki sesi diskusi usai pemutaran film.

Haji Uma Tinjau RSUD Cut Meutia, Soroti Kisruh Data Desil Penerima JKA

Salah satu peserta yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut adalah David, mahasiswa asal Papua, yang menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi tanah kelahirannya. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas ruang solidaritas dan kepedulian yang ditunjukkan peserta nobar terhadap masyarakat Papua.

Menurut David, ruang-ruang diskusi seperti itu penting untuk membuka kesadaran publik terhadap persoalan kemanusiaan yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.

“Kami berterima kasih karena masih ada ruang untuk mendengar suara masyarakat Papua dan melihat persoalan kemanusiaan secara lebih jernih,” katanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pengambilan video solidaritas dengan tagline utama, “Papua Bukan Tanah Kosong,” (SrNTv).

Lagi, 6 Hotspot Terdeteksi di Aceh, Terbanyak di Aceh Selatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post