ACEH SELATAN, jurnalpos.id – Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis bersama Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan Bailey di jalur Aceh Selatan–Aceh Singkil melalui kawasan Buluh Suma, Jumat (8/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan titik pembangunan jembatan yang nantinya akan menjadi akses penghubung vital bagi masyarakat di kawasan pedalaman.
Dalam kunjungan itu, rombongan turut didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan guna membahas kesiapan teknis pembangunan jembatan Bailey agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan lancar.
Selain meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan Bailey, Wakil Bupati dan Dandim juga melihat langsung empat unit jembatan Aramco yang sebelumnya telah selesai dibangun oleh Satgas TNI AD di jalur Buluh Suma.
Keempat jembatan tersebut dibangun untuk mendukung konektivitas masyarakat di wilayah pedalaman yang selama ini mengalami keterbatasan infrastruktur transportasi.
Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, mengapresiasi dukungan TNI AD dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Satgas TNI AD yang telah menyelesaikan pembangunan empat jembatan ini. Kehadiran infrastruktur tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Baital Mukadis.
Ia berharap pembangunan infrastruktur di kawasan Buluh Suma terus berlanjut sehingga akses Aceh Selatan menuju Aceh Singkil semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Atas arahan Bupati, hari ini kita turun langsung mengecek lokasi rencana pembangunan jembatan penghubung. Kita berharap realisasinya segera dilaksanakan agar akses masyarakat semakin lancar,” ujarnya.
Menurutnya, secara kewenangan pembangunan jembatan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi. Namun, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama TNI mengambil langkah percepatan karena akses tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.
“Secara kewenangan, pembangunan jembatan ini sebenarnya ranah pemerintah provinsi. Namun karena kondisi akses ini sangat dibutuhkan masyarakat, maka kita mengambil langkah percepatan bersama TNI agar penanganannya segera dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan pedalaman itu sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(SrNTv).


Komentar