Aceh
Home » Berita » Warung Ayam Geprek di Banda Aceh Digerebek, Diduga Jadi Lokasi Maksiat Berkedok Tempat Makan

Warung Ayam Geprek di Banda Aceh Digerebek, Diduga Jadi Lokasi Maksiat Berkedok Tempat Makan

BANDA ACEH, Jurnalpos.id – Sebuah warung ayam geprek di Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, digerebek personel Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh pada Senin (27/4/2026). Tempat usaha tersebut diduga menjadi lokasi praktik maksiat berkedok warung makan.

Penggerebekan dipimpin langsung Komandan Kompi Wilayatul Hisbah, Fadli M Nur, setelah petugas menerima informasi dari tim intelijen terkait dugaan aktivitas asusila di lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan personel yang telah bersiaga di sekitar lokasi langsung bergerak melakukan penindakan begitu informasi dinyatakan valid.

“Saat petugas tiba di lokasi, sempat ada upaya menghalangi dan membocorkan kedatangan petugas kepada orang-orang yang berada di lantai atas bangunan,” ujar Rizal saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).

Meski sempat mendapat hambatan, petugas akhirnya berhasil masuk ke dalam bangunan dan mengamankan sepasang pria dan wanita yang diduga hendak melarikan diri melalui tangga.

BNNP Aceh FISIP UIN Tanda Tangan MoA: Integrasi Ilmu dan Aksi Lawan Narkoba di Aceh

Saat diamankan, pria tersebut disebut belum sempat mengenakan tali pinggang, sementara perempuan yang bersamanya hanya mengenakan daster.

Keduanya kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran Syariat Islam.

Namun di tengah perjalanan, pria yang diamankan sempat nekat melompat dari mobil patroli untuk mencoba melarikan diri. Upaya itu berhasil digagalkan setelah petugas kembali menangkapnya.

“Terduga pelanggar laki-laki sempat mencoba kabur ketika hampir tiba di kantor, namun berhasil diamankan kembali oleh petugas. Saat ini keduanya sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di kantor,” kata Rizal.

Petugas menyebut penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pengintaian tim intelijen yang kemudian diteruskan kepada personel lapangan yang telah bersiaga di sekitar lokasi.(SrNTv).

Ketua SMSI Pidie : Gen Z Aceh Asing Dengan Budaya Canca Dan Canu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post