MAMASA, Jurnalpos.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tabulahan mendadak tercoreng oleh insiden dugaan keracunan massal yang menimpa para pelajar. Sebanyak tujuh orang siswa dilaporkan harus menjalani perawatan intensif setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dari program tersebut. Senin, (28/09/2026).
Kepala Puskesmas (Kapus) Tabulahan, Iryanna, membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Menurut Iryanna, pihaknya pertama kali menerima laporan darurat melalui sambungan telepon dari salah seorang guru di sekolah tersebut. Pada laporan awal, tercatat ada empat siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Berdasarkan keterangan di lapangan, para siswa mengeluhkan kondisi makanan, khususnya lauk ayam yang diduga telah membusuk dan tidak layak konsumsi.
”Pihak puskesmas benar menerima telepon dari salah seorang guru bahwa sebanyak empat orang siswa diduga keracunan usai makan makanan MBG, katanya ayamnya busuk,” ujar Iryanna saat memberikan keterangan.
Seiring dengan respons cepat tenaga medis dalam mengevakuasi dan memeriksa para korban, jumlah siswa yang memerlukan penanganan lanjutan dilaporkan bertambah.
”Saat ini sudah ada tujuh siswa yang diinfus,” tambahnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, pihak Puskesmas Tabulahan langsung fokus memberikan perawatan medis intensif kepada seluruh siswa yang terdampak. Selain itu, Iryanna menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan investigasi dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab pasti insiden ini demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*).
Penulis: ROMAN



Komentar