Sulawesi Barat
Home » Berita » Forum Satgas Eksternal MBG Mamasa Tuntut Evaluasi Total dan Ancam Suspensi, Siapkan Aksi Pekan Depan

Forum Satgas Eksternal MBG Mamasa Tuntut Evaluasi Total dan Ancam Suspensi, Siapkan Aksi Pekan Depan

​MAMASA, jurnalpos.id — Gelombang kritik tajam dan penolakan keras meluas terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa. Forum Satgas Eksternal MBG Kabupaten Mamasa secara terbuka mendesak KAREG dan KORWIL SPP Sulawesi Barat untuk segera menjatuhkan sanksi suspensi serta melakukan audit dan evaluasi total terhadap seluruh dapur MBG di wilayah tersebut.

​Sorotan paling pedas kali ini diarahkan pada alih fungsi kontroversial Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Tatoa yang secara sepihak disulap menjadi dapur MBG. Tambrin, selaku representasi narasumber dari Forum Satgas Eksternal MBG Mamasa, mempertanyakan landasan hukum dan kepatutan di balik kebijakan tersebut.

​”Kita harus pertanyakan secara tajam, kenapa SKB di Tatoa bisa-bisanya dijadikan dapur MBG? Jelas-jelas itu bukan peruntukan dan tujuan aslinya. Jangan sampai fasilitas publik dialihfungsikan serampangan tanpa prosedur yang jelas dan transparan,” tegas Tambrin saat dikonfirmasi, Senin (28/9).

​Kendati menyoroti secara khusus kejanggalan di SKB Tatoa, Tambrin menegaskan bahwa evaluasi tidak boleh tebang pilih. Gerakan korektif ini harus menyasar seluruh dapur MBG tanpa terkecuali di Kabupaten Mamasa. Berdasarkan temuan di lapangan, program yang menyangkut hajat hidup dan kesehatan masyarakat ini dinilai banyak mengabaikan Peraturan Nomor 115 Tahun 2025 serta Juknis Badan Gizi Nasional (BGN).

​”Evaluasi harus memastikan seluruh aspek terpenuhi secara ketat, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), kelayakan sarana dan prasarana, keamanan pangan, standar kebersihan, hingga tata kelola pelaksanaan program. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, maka kepatuhan pada aturan adalah harga mati, bukan pilihan,” imbuh Tambrin.

Aktivis Riskul Desak Dapur SPPG Tabulahan Dievaluasi dan Di tutup buntut keracunan siswa SMPN 1 Tabulahan

​Sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas publik, Tambrin secara tegas mendesak agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memublikasikan menu harian secara transparan kepada publik setiap hari. Menurutnya, transparansi menu adalah instrumen pengawasan paling dasar agar publik bisa ikut mengontrol kualitas gizi yang disajikan.

​Selain itu, Forum Satgas Eksternal MBG Mamasa juga melayangkan ultimatum keras terkait rantai pasok bahan baku. Pihaknya menuntut penghentian segera suplai pangan dan bahan baku yang didatangkan dari luar daerah.

​”Hentikan segera pasokan bahan baku dari luar! Dapur MBG di Mamasa harus memberdayakan potensi lokal, petani lokal, dan pasar lokal. Jangan sampai program pusat ini justru menggerus ekonomi kerakyatan di daerah sendiri,” tandasnya.

​Ketegasan Forum Satgas Eksternal MBG Mamasa bukan tanpa dasar. Jika pihak berwenang, baik KAREG maupun KORWIL SPP Sulawesi Barat, menutup mata dan mengabaikan tuntutan evaluasi menyeluruh serta desakan suspensi ini, pihaknya memastikan akan mengambil langkah eskalasi.

​”Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata berupa evaluasi total, penutupan atau suspensi dapur yang melanggar, serta pembenahan tata kelola, kami pastikan pekan depan gelombang aksi besar-besaran akan turun ke jalan mengguncang Mamasa,” pungkas Tambrin.(*).

Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Tujuh Siswa SMPN 1 Tabulahan Jalani Perawatan Medis

Penulis: ROMAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post

–