TRENGGALEK,Jurnalpos.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek resmi melakukan penyegaran struktur organisasi melalui pelantikan pengurus Pergantian Antar Waktu (PAW) sisa masa bhakti 2026–2028 setelah Ketua sebelumnya Nurhadi mengundurkan diri. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, pada Kamis (23/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Provinsi Jawa Timur, Forkopimda, serta perwakilan 35 pengurus Cabang Olahraga (Cabor) se-Kabupaten Trenggalek. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek,Drs. Edy Soepriyanto.

Ketua KONI Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, M.Si., dalam sambutannya memberikan motivasi tinggi kepada pengurus yang baru dilantik. Untuk membakar semangat insan olahraga di Bumi Menak Sopal, Muhammad Nabil menyerukan jargon khusus sebagai pemacu prestasi.
“Trenggalek Harus Menang!” seru Muhammad Nabil yang disambut dengan antusias oleh seluruh hadirin di Pendopo.
Ketua KONI Trenggalek yang baru dilantik, Doding Rachmadi, S.T., S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelantikan PAW ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kinerja organisasi. Pengurus yang dilantik terdiri dari kombinasi wajah lama dan penambahan personel baru untuk memperkokoh manajemen olahraga daerah.
“Ada 35 Cabor yang siap meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Trenggalek. Ke depan, kami menerapkan pola baru dengan melakukan kategorisasi, yaitu Cabor Unggulan, Cabor Prestasi, dan Cabor Harapan,” jelas Doding.
Terkait agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang akan digelar pada Mei 2027, KONI Trenggalek telah memulai ancang-ancang sejak dini. Doding menegaskan bahwa evaluasi atlet sudah dilakukan setahun sebelum kompetisi dimulai.
“Untuk menyambut Porprov 2027, persiapannya sudah dimulai sekarang. Kami mengevaluasi atlet yang benar-benar siap tarung. Saat ini, 20 orang sudah kami siapkan dan matangkan. Jika ada progres positif, jumlah ini tentu akan kami tambah,” imbuhnya.

Doding juga memaparkan transparansi anggaran untuk mendukung target prestasi tersebut. Pada tahun 2026, KONI Trenggalek mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar yang difokuskan pada penguatan internal dan teknis atlet.
“Untuk tahun 2026, anggaran sebesar satu miliar rupiah kami gunakan khusus untuk pembinaan dan pemusatan latihan. Yang jelas, kita sudah memiliki peta anggaran yang terukur untuk mencapai target tersebut,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai pimpinan DPRD Trenggalek tersebut.
Dengan pelantikan ini, KONI Trenggalek optimis dapat membawa perubahan signifikan dalam prestasi olahraga daerah melalui manajemen yang lebih sistematis dan terpetakan dengan baik. (AG)


Komentar