Pidie, jurnalpos.id — Hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan atap rumah warga beterbangan, bangunan usaha rusak, hingga pohon tumbang menimpa rumah warga di beberapa kecamatan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan milik warga. Atap seng rumah dan ruko dilaporkan copot setelah diterjang angin berkecepatan tinggi.
Camat Grong-Grong, Asriadi, menjelaskan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, angin kencang menerbangkan atap sejumlah bangunan warga di wilayahnya.
Bangunan yang terdampak di antaranya atap ruko milik Muladi (41) di Gampong Teungoh serta atap bangunan usaha pabrik es kristal milik Muhammad Afdal (35) di Gampong Daka, Kecamatan Grong-Grong.
Selain itu, atap WC rumah milik Usman (44), atap rumah Khalidin (40) di Gampong Mee, hingga atap bangunan Kantor Pustaka Kecamatan Grong-Grong juga mengalami kerusakan parah akibat terpaan angin.
“Semua bangunan milik warga rusak pada bagian atap. Saat angin bertiup kencang, atap seng sampai beterbangan sejauh kurang lebih 500 meter,” ujar Asriadi.
Di Kecamatan Peukan Baro, Camat Ihsan menyebutkan atap seng rumah milik Saudah Binti Ali (65) di Gampong Pante Garot copot setelah diterjang angin.
“Peristiwa angin kencang tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Ihsan.
Sementara itu, Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, melaporkan satu rumah permanen milik Rohamah di Gampong Cebrek tertimpa pohon tumbang akibat cuaca buruk.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah angin kencang ini. Namun laporan warga menyebut ada beberapa titik rumah yang mengalami kerusakan pada atap,” jelas Fauzi.
Di Kecamatan Simpang Tiga, Camat Muhammad Noval mengatakan sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang.
“Laporan sementara dari warga, lebih dari dua rumah mengalami kerusakan atap akibat angin kencang. Saya masih berada di lapangan untuk pendataan,” ujarnya.
BPBD bersama aparatur kecamatan masih melakukan pendataan terhadap total kerusakan serta membantu warga terdampak bencana cuaca ekstrem tersebut.(SrNTv).


Komentar