Pidie, jurnalpos.id – Masyarakat di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca buruk yang diprediksi melanda wilayah tersebut selama beberapa hari ke depan, mulai 9 hingga 12 Mei 2026.
Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, wilayah Pidie dan Pidie Jaya berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai badai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu banjir genangan di sejumlah titik rawan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi pada siang hingga malam hari.
Secara umum, cuaca di kedua daerah diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban mencapai 90 persen. Kondisi tersebut membuat cuaca siang hari terasa lebih panas dan lembab sehingga warga diimbau menjaga kondisi tubuh dan memperbanyak konsumsi air putih.
Di wilayah Kabupaten Pidie Jaya – Meureudu dan sekitarnya, hujan ringan diperkirakan turun sejak pagi hingga siang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Sementara pada malam hari, potensi hujan petir diprediksi mencapai 70 persen.
Memasuki Minggu, 10 Mei 2026, warga diminta mewaspadai potensi hujan badai atau petir dengan intensitas cukup tinggi pada siang hari yang kemudian berlanjut menjadi hujan ringan di malam hari. Sedangkan pada Senin, 11 Mei 2026, kondisi pagi diperkirakan berawan sebelum hujan petir kembali berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Pidie – Sigli dan sekitarnya, cuaca pada pagi hari diprediksi cenderung cerah berawan selama periode 9 hingga 11 Mei 2026. Namun hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun merata di sejumlah wilayah Pidie pada siang hingga malam hari.
Masyarakat juga diimbau waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat menyertai hujan deras. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan guna meminimalisir risiko banjir genangan.
Selain itu, masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG Aceh agar dapat mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem demi keselamatan bersama.(satria).
- penulis : Satria
- editor : admin jurnalpos.id


Komentar