Banda Aceh, jurnalpos.id — Kemacetan panjang yang terus terjadi di kawasan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kembali menuai sorotan publik.
Sistem buka-tutup yang diterapkan di jalur penghubung utama Aceh–Sumatera Utara dinilai belum berjalan efektif karena menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta distribusi barang lintas daerah.
Wakil Ketua DPRA, Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud, meminta Dinas Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut. Menurutnya, durasi buka-tutup yang tidak seimbang membuat antrean di salah satu sisi semakin panjang, terutama pada jam-jam sibuk.
Ia menilai perlu adanya pengaturan ulang jadwal serta penerapan skema alternatif agar arus kendaraan dapat berjalan lebih tertib dan efisien.
Selama ini, sistem buka-tutup diterapkan guna menghindari penumpukan kendaraan saat melintasi jembatan darurat. Namun, tingginya volume kendaraan dari dua arah justru sering memicu kemacetan berkepanjangan. Selain itu, masih adanya pengendara yang melawan arah turut memperparah situasi di lapangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Yah Fud juga meminta aparat terkait untuk bertindak tegas terhadap pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Ia berharap Dinas Perhubungan bersama aparat keamanan dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut agar mobilitas masyarakat kembali lancar.(SrNTv).


Komentar