Aceh
Home ยป Berita ยป Debu Proyek Jalan Nasional di Meukek Dikeluhkan Warga, Ancam Kesehatan dan Ekonomi Pedagang

Debu Proyek Jalan Nasional di Meukek Dikeluhkan Warga, Ancam Kesehatan dan Ekonomi Pedagang

Aceh Selatan, Jurnalpos.id – Warga Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, khususnya yang bermukim di sepanjang badan Jalan Nasional lintasan Medan โ€“ Banda Aceh, mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi debu tebal akibat proyek pengerjaan yang dinilai tidak ramah lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Keluhan ini disampaikan setelah adanya pengerukan lapisan aspal hotmix menggunakan alat berat dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas tersebut menyebabkan lapisan aspal bagian atas hancur dan terkelupas, menyisakan badan jalan lama di bagian bawah.

Agus, salah seorang pedagang kelontong di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa proyek pengerukan telah berlangsung sejak pekan lalu. Pekerjaan dimulai dari depan Kantor Koramil Meukek, tepatnya di perbatasan Gampong Blang Bladeh dan Gampong Kuta Baro, hingga kini telah mencapai pusat keramaian Pasar Kuta Buloh dengan panjang pengerjaan diperkirakan mencapai 8 hingga 10 kilometer.

โ€œSetelah dikeruk, badan jalan dipenuhi pasir, lumpur, dan kerikil kecil. Saat kendaraan melintas, debu langsung beterbangan, apalagi saat cuaca panas,โ€ ujar Agus kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor, pejalan kaki, serta pedagang yang berjualan di sepanjang jalan. Debu yang berterbangan tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Aksi Tolak Pergub JKA di Aceh Ricuh, Massa Bentrok dengan Aparat

โ€œHembusan debu cukup parah dari badan jalan saat mobil melintas. Selain mengganggu, ini juga berisiko menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan berdampak pada menurunnya omzet pedagang,โ€ jelasnya.

Warga menilai, kondisi ini diperparah oleh pihak rekanan pelaksana proyek yang tidak melakukan penyiraman rutin pada badan jalan yang telah dikeruk. Padahal, langkah tersebut dinilai penting untuk menekan debu, terutama saat cuaca panas.

Proyek pembangunan jalan nasional ini berada di bawah pengelolaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui PPK 24 Provinsi Aceh. Warga pun mendesak agar pihak pelaksana segera mengambil langkah cepat guna meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat.

โ€œKami berharap ada penyiraman rutin agar debu tidak terus merugikan warga,โ€ pungkas Agus.(SrNTv).

JARI Desak Kapolri Bentuk Korps Khusus Pemberantasan Narkoba

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post