Mamasa, Jurnalpos.id – Setiap tanggal 11 Maret, sebuah foto bersejarah kembali ramai beredar di berbagai media sosial masyarakat Kabupaten Mamasa. Foto ikonik tersebut merekam momen perjuangan pembentukan Kabupaten Mamasa di depan Gedung DPR RI pada 11 Maret 2002, sebuah momentum penting yang menjadi bagian dari perjalanan panjang lahirnya daerah otonom tersebut. Kamis, 12/03/2026.
Dalam foto itu tampak sejumlah tokoh yang terdiri dari mahasiswa, politisi, tokoh pemuda, serta dua sosok tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Mamasa merupakan gerakan kolektif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Generasi muda tampil sebagai pendobrak perubahan, sementara generasi pendahulu menjadi penopang kuat yang memberi arah dan kekuatan moral dalam setiap langkah perjuangan.
Dokumentasi bersejarah tersebut diabadikan oleh seorang pemuda asal PUS bernama Urbanisasi. Pada masa itu ia turut menjadi bagian dari generasi muda yang berada di tengah dinamika perjuangan. Saat ini Urbanisasi diketahui berdomisili di Jakarta dan berprofesi sebagai seorang pengacara atau advokat.
Salah satu hal yang menarik dari foto tersebut adalah spanduk yang dibentangkan oleh para pejuang. Spanduk itu dibuat secara sederhana menggunakan kain dan ditulis tangan dengan cat sepeda. Tulisan tangan pada spanduk tersebut menggambarkan bahwa perjuangan ini lahir dari gerakan nurani masyarakat, dengan memanfaatkan alat-alat sederhana yang dimiliki oleh para aktivis saat itu.
Berdasarkan catatan sejarah, spanduk tersebut bahkan menjadi satu-satunya spanduk berbahan kain yang dibawa masuk ke dalam Gedung Rapat Paripurna DPR RI. Sementara daerah lain pada waktu itu menggunakan spanduk cetak digital yang lebih modern, mahal, dan praktis untuk dibentangkan. Kesederhanaan tersebut justru menjadi simbol kuat dari perjuangan masyarakat Eks Kewedanaan Mamasa yang dilandasi semangat kebersamaan dan ketulusan.
Berdasarkan konfirmasi kepada Suviani, salah satu tokoh perempuan yang terlihat berhijab dalam foto tersebut, diketahui nama-nama tokoh yang berada dalam barisan spanduk itu. Dari kiri ke kanan, mereka adalah:
- Ilham Tahang
- Nikolas Sirina
- Suviani
- Urias Daud
- David Bamba Layuk
- Novi Pelupessi
- Tangnga Paliwanan
- Labora Tandipuang
- Yosepanus Paotonan
- Ernesto Randan
Penyebutan nama-nama tersebut bukan dimaksudkan untuk menonjolkan pribadi masing-masing, melainkan sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah perjuangan. Hal ini penting agar generasi mendatang memahami bahwa lahirnya Kabupaten Mamasa bukanlah sebuah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang seluruh komponen masyarakat baik generasi muda maupun tokoh-tokoh masyarakat yang turut mengawal proses sejarah tersebut.
Dengan memahami jejak perjuangan ini, diharapkan tumbuh rasa cinta, tanggung jawab, dan kebanggaan yang semakin kuat terhadap Kabupaten Mamasa, sebuah daerah yang lahir dari semangat perjuangan dan kebersamaan masyarakatnya.(*)
Penulis : Roman


Komentar