NGANJUK, Jurnalpos.id – Di sebuah sudut Dusun Jenar, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, harapan baru mulai tumbuh di rumah sederhana milik seorang lansia bernama Musinah.
Kamis pagi (12/3/2026), rumah yang selama ini berdiri rapuh itu akhirnya mendapatkan perhatian. Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama sejumlah pihak turun langsung menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) senilai Rp20 juta.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Nganjuk dan CSR IRFAI, yang masing-masing menyumbang Rp10 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, disaksikan unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Patianrowo, perangkat Desa Ngepung, serta sejumlah pihak yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.
Tampak hadir di lokasi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) beserta Sekretaris Dinas PRKPP, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK Kecamatan Patianrowo, serta aparat keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung sederhana, namun penuh makna. Bagi Musinah, bantuan tersebut bukan sekadar uang untuk memperbaiki rumah.
Itu adalah harapan baru di usia senja.
Bupati Nganjuk Kang Marhaen berharap proses perbaikan rumah Musinah dapat segera dimulai dan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Kami berharap rehab rumah ini bisa segera dikerjakan dan selesai sebelum Lebaran, sehingga Bu Musinah bisa merayakan hari raya dengan rumah yang lebih layak dan nyaman,” ujar Kang Marhaen.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah serius menjalankan program penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.
“Saat ini kami sedang memburu rumah tidak layak huni di Kabupaten Nganjuk. Jangan sampai ada warga yang tinggal di rumah yang tidak layak. Ini menjadi program kami, baik yang bersumber dari APBN, APBD, maupun dukungan dari pihak swasta,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk mempercepat penanganan persoalan perumahan bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah Kecamatan Patianrowo menyambut baik bantuan tersebut.
Camat Patianrowo Tri Hatmanto, yang akrab disapa Tito, menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah serta semua pihak yang terlibat dalam membantu warganya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nganjuk Kang Marhaen, BAZNAS, serta CSR IRFAI yang telah memberikan perhatian besar kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi Bu Musinah dan keluarganya,” ujar Tito.
Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak warga yang terbantu.
“Kami berharap program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini terus berlanjut, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat segera mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman,” tambahnya.
Tito juga berpesan kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan kondisi rumah warga yang memang membutuhkan bantuan.
“Kami mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada rumah yang benar-benar tidak layak huni. Dengan begitu pemerintah bisa segera mengambil langkah agar tidak ada warga yang hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan,” pesannya.
Di Dusun Jenar pagi itu, suara obrolan warga, deru kendaraan rombongan pejabat, dan senyum haru Musinah menjadi saksi bahwa kepedulian masih hidup.
Bagi Musinah, rumah yang akan segera diperbaiki itu bukan hanya tempat berteduh.
Ia adalah simbol bahwa di usia senja, harapan tetap bisa datang, bahkan dari pintu rumah yang dulu nyaris roboh.(*)


Komentar