Peristiwa
Home » Berita » Mayat Pria Asal Aceh Tengah Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo Aceh Utara

Mayat Pria Asal Aceh Tengah Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo Aceh Utara

Aceh Utara, jurnalpos.id – Warga Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran terusan Sungai Arakundo, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 08.45 WIB.

Korban diketahui bernama Mirza Fahreza (27), warga Desa Lintang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Identitas korban diperoleh setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian bersama warga setempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Langkahan, Iptu Edy, menjelaskan bahwa penemuan mayat tersebut bermula saat dua warga melintas di lokasi kejadian.

Kedua saksi, yakni Sutian (40) dan Jiki (26), saat itu sedang menyeberangi sungai untuk mengantar pekerja menuju kebun milik PT Kurnia di Desa Rantau Panjang, Gampong Pante Labu.

Setibanya di lokasi penyeberangan, saksi melihat sesuatu yang mencurigakan di aliran sungai. Setelah didekati, ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat yang mengapung,” ujar Iptu Edy.

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Sungai TPI Tanoh Anoe, Polisi Lakukan Penyelidikan

Melihat kejadian itu, kedua saksi berinisiatif mengevakuasi jasad korban secara mandiri. Mereka menggunakan tali yang diikatkan ke sampan untuk menarik tubuh korban ke tepi sungai.

“Korban kemudian dibawa ke arah bawah bekas jembatan apung di Dusun Tanah Merah. Setelah berhasil dievakuasi, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada imam setempat dan perangkat desa,” tambahnya.

Penemuan mayat itu sontak menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses identifikasi lanjutan serta penanganan jenazah.(SrNTv).

Mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83/WSP Turun ke Lokasi Banjir, Gelar Baktikes dan Trauma Healing di Desa Bie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post