Pidie, jurnalpos.id – Dinas Sosial Kabupaten Pidie resmi menyelenggarakan kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Pidie, acara strategis ini dibuka langsung oleh Asisten II Setda Pidie, Bapak Apriadi, dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian PANRB, Disdukcapil, serta Infokom. Rabu (14/10/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pelaksanaan Kondisi Layanan Digital Daerah, sekaligus memulihkan wilayah terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Asisten II Setda Pidie, Apriadi, secara blak-blakan menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah, terutama terkait keterbatasan anggaran dalam menghadapi situasi pascabencana. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa keberanian dan inovasi digital harus tetap berjalan.
“Kita berbicara mengenai kondisi daerah yang memiliki keberanian besar, namun dengan anggaran yang sangat-sangat terbatas. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan pertolongan dan sinergi,” ujar Apriadi dalam pidato pembukaannya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah cepatnya revolusi rekonstruksi saat ini, dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi krusial. Pemkab Pidie berharap alokasi anggaran pusat yang diplot untuk pemulihan ini bisa segera direalisasikan demi mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh dan siap digital.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, acara Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat Negara Sumatera di Kabupaten Pidie secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkas Apriadi disambut tepuk tangan para peserta.
Kehadiran instansi lintas sektor seperti Disdukcapil dan Infokom dalam forum ini diharapkan mampu mempercepat integrasi data korban bencana ke dalam sistem layanan digital daerah. Integrasi ini bertujuan agar penyaluran bantuan dan pemulihan infrastruktur ke depan bisa berjalan lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran.(*).



Komentar