Aceh
Home » Berita » Pemuda Aceh Barat Laporkan Dugaan Pengeroyokan Oknum TNI ke Denpom Meulaboh

Pemuda Aceh Barat Laporkan Dugaan Pengeroyokan Oknum TNI ke Denpom Meulaboh

Pemuda Aceh Barat Laporkan Dugaan Pengeroyokan Oknum TNI ke Denpom Meulaboh

Meulaboh, Jurnalpos.id – Seorang pemuda bernama M Ali Akbar (20), warga Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, melaporkan dugaan penganiayaan secara bersama-sama yang dialaminya ke Detasemen Polisi Militer IM 2 Meulaboh, Jumat (20/2/2026).

Ali mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang yang diduga oknum TNI di kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat pada Jumat pagi.

“Sebelumnya kami sudah datang ke Polres Aceh Barat untuk membuat laporan, kemudian diarahkan ke sini (Denpom),” kata Nasruddin (46), ayah kandung korban, kepada wartawan di Meulaboh.

Nasruddin mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah anaknya menghubunginya dalam kondisi trauma dan mengalami memar di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan informasi yang diterimanya, dua terduga pelaku disebut-sebut merupakan ayah dan anak yang diduga oknum TNI.

Polisi Bongkar Jaringan Ganja 39 Kg Lintas Provinsi, Dikendalikan dari Lapas, Satu Satu Pelaku Merupakan Mantan Calon Bupati Gayo Lues

“Yang saya dengar seperti itu (TNI), tapi saya tidak tahu pasti karena tidak melihat langsung,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat dirinya berada di pinggir jalan kawasan Alue Peunyareng. Ia mengaku ditarik oleh salah satu terduga pelaku lalu dibawa ke halaman rumah pelaku.

Di lokasi tersebut, korban mengaku dipukul di bagian wajah oleh salah seorang pelaku. Tak lama kemudian, ayah dari pelaku juga disebut ikut memukul korban di bagian punggung menggunakan sepotong kayu.

Nasruddin menyebut, anaknya dituduh sebagai pelaku pencurian dan pengguna narkotika jenis sabu. Sejumlah warga yang mencoba membantu korban saat kejadian disebut dilarang oleh pelaku.

Mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83/WSP Turun ke Lokasi Banjir, Gelar Baktikes dan Trauma Healing di Desa Bie

“Padahal anak saya tidak seperti yang mereka tuduhkan,” kata Nasruddin.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, sejumlah pemuda di lokasi sedang melakukan balapan liar. Saat salah satu pelaku mengejar para pemuda tersebut, sebagian berhasil melarikan diri, sementara anaknya tertinggal di lokasi.

“Anak saya cuma nonton balapan liar, tidak ikut terlibat balapan,” ujarnya.

Korban juga mengaku mendapat ancaman agar membawa rekan-rekannya yang diduga terlibat balapan liar ke rumah pelaku. Jika tidak, ia diancam akan kembali dicari dan dipukul. Bahkan, salah satu terduga pelaku disebut mengaku pernah membunuh empat orang sebagai bentuk intimidasi.

Akibat kejadian tersebut, M Ali Akbar mengalami luka di bagian wajah serta memar cukup parah di bagian punggung yang diduga akibat pukulan menggunakan kayu.

Dua Pengedar Sabu di Peusangan Ditangkap, Satu Pelaku Sempat Tembak Petugas

“Saya nonton balap, kawan lari saat dikejar, dan saya tertinggal,” kata Ali.

Nasruddin berharap laporan yang telah disampaikan ke Denpom Meulaboh dapat diproses secara adil dan transparan.

“Walaupun dia ada pangkat, janganlah semena-mena dengan kami yang kecil ini,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis Jumat malam, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Denpom IM/2 Meulaboh terkait laporan tersebut.

Sementara itu, saat sesi wawancara dengan ayah korban di depan kantor Denpom, seorang pria berpakaian preman yang mengaku bertugas di lembaga tersebut turut mengambil gambar proses wawancara wartawan.

Usai wawancara, pria tersebut dengan nada tinggi meminta agar media tidak hanya memberitakan keterangan ayah korban, tetapi juga mewawancarai korban yang masih menjalani pemeriksaan.

“Kalian wartawan jangan asal tulis,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, pria tersebut menyebut semua wartawan sama. Situasi sempat memanas sebelum sejumlah awak media memilih meninggalkan lokasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(Saumi)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Post Populer

Post

Februari 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728