Pariwisata
Home » Berita » Menteri Pariwisata Luncurkan Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Dorong Gastronomi Jadi Motor Wisata Berkualitas

Menteri Pariwisata Luncurkan Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Dorong Gastronomi Jadi Motor Wisata Berkualitas

Jurnalpos.id – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana secara resmi meluncurkan buku pola perjalanan gastronomi berjudul “Wisata Rasa di Bumi Pasundan”, Minggu (19/10/2025) di Bandung, Jawa Barat.

Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi pelaku wisata untuk mengembangkan produk wisata tematik berbasis kekayaan kuliner nusantara, khususnya di Jawa Barat.

“Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku wisata, tour operator, travel agent, serta masyarakat dalam merancang pola perjalanan wisata rasa yang autentik, berkarakter lokal, dan berdaya saing global.

Dari gurihnya nasi tutug oncom, segarnya karedok, hingga manisnya burayot setiap hidangan menghadirkan narasi tunggal yang kaya dan bermakna,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri dalam sambutannya.

Buku “Wisata Rasa di Bumi Pasundan” menyajikan kumpulan data dan lokasi yang dikurasi berdasarkan pengalaman berwisata gastronomi. Melalui panduan ini, wisatawan dapat menikmati kuliner otentik sekaligus mendukung praktik pariwisata berkelanjutan di Jawa Barat.

Spesial Hari Jadi Trenggalek ke-831, Pantai Prigi Gratiskan Tiket Masuk Selama Sebulan

Penyusunan buku tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas gastronomi, akademisi, dan konsultan kreatif. Peluncuran ini juga sejalan dengan program “quality tourism” atau pariwisata naik kelas yang tengah digencarkan Kementerian Pariwisata melalui pengembangan gastronomi, wellness tourism, dan wisata bahari.

“Gastronomi bagi Indonesia bukan sekadar kuliner, tetapi sebuah ekosistem. Dari petani, peternak, nelayan, pengrajin, chef, hingga masyarakat, semua berperan penting dalam rantai nilai wisata rasa,” jelasnya.

Menurut Widiyanti, pendekatan “from farm to table” menjadi kunci dalam mendorong ekonomi lokal, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat pariwisata berbasis komunitas.

Dengan demikian, gastronomi berperan besar dalam menciptakan nilai tambah sekaligus menarik wisatawan berkualitas yang mencari pengalaman mendalam.

Ia menambahkan, kuliner Indonesia kini semakin dikenal di kancah internasional. Dalam publikasi TasteAtlas, kuliner Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia dan teratas di Asia Tenggara. Bahkan, enam kota di Indonesia termasuk Bandung masuk dalam daftar 100 Best Food Cities.

Gunung Rinjani: Petualangan Epik dan Refleksi Jiwa di Puncak Indonesia

“Sinergi antara kuliner dan pariwisata melahirkan pengalaman yang autentik, berkarakter, dan bernilai tambah tinggi. Itulah yang menjadi daya tarik wisatawan berkualitas, mereka tidak hanya ingin mencicipi, tetapi juga memahami cerita di balik setiap sajian kuliner Indonesia,” ujarnya.

Menteri Widiyanti berharap, buku “Wisata Rasa di Bumi Pasundan” dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan pola perjalanan serupa.

“Gastronomi bukan sekadar produk, tapi juga cerita dan pengalaman autentik yang memperkuat karakter destinasi Indonesia,” tegasnya.

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan, serta perwakilan dari ASITA Jabar, PHRI Jabar, GIPI Jabar, dan Indonesia Gastronomy Network (IGN).

Mendampingi Menteri Pariwisata dalam acara tersebut, Deputi Bidang Industri dan Investasi Rizki Handayani, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini Mohamad Paham, serta Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Vinsensius Jemadu.(*).

Bukit Selfie Tawarkan Healing Murah di Tengah Keindahan Pesisir Selatan, Harga Kaki Lima, View Bintang Lima

Post Populer

Post

Februari 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728