Trenggalek, jurnalpos.id – Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Untoro Hariyanto, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Senin (6/4/2026).
Peninjauan progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan.
Dalam peninjauan tersebut, Danrem didampingi Komandan Kodim 0806/Trenggalek, Isnanto Roy Saputro, yang memaparkan secara langsung detail teknis pembangunan jembatan kepada rombongan.
Kehadiran pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di lokasi mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah, khususnya infrastruktur penghubung antar desa.
Letkol Roy menjelaskan, Jembatan Perintis Garuda dibangun dengan panjang 30 meter dan lebar 1,2 meter. Desain tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis setempat agar dapat digunakan secara aman oleh pejalan kaki maupun kendaraan ringan.
“Jembatan ini nantinya akan menghubungkan Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, dengan Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Selama ini warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta layanan kesehatan.
Sementara itu, Danrem menilai pembangunan Jembatan Perintis Garuda memiliki nilai strategis karena mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
“Meski sederhana, infrastruktur seperti ini sangat berdampak bagi masyarakat. Ini bisa menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi lokal,” ungkapnya.
Selain meninjau progres pekerjaan, Danrem juga mengecek kondisi medan serta kesiapan material di lapangan.
Ia menekankan pentingnya kualitas konstruksi agar jembatan memiliki daya tahan kuat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat konektivitas sekaligus membuka peluang aktivitas sosial dan ekonomi baru di Kabupaten Trenggalek.(*).


Komentar