Aceh
Home » Berita » Alarm Keamanan Pangan di Bireuen, Ratusan Siswa TK dan SD Tumbang Usai Santap MBG

Alarm Keamanan Pangan di Bireuen, Ratusan Siswa TK dan SD Tumbang Usai Santap MBG

BIREUEN, jurnalpos.id – Jumlah anak-anak yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bireuen, Aceh, terus bertambah hingga mencapai 140 orang. Kasus ini terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah.

Sebagian besar pasien dilaporkan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, bersama sejumlah tenaga medis dari puskesmas dan rumah sakit yang menangani para korban.

Berdasarkan data yang dihimpun, pasien tersebar di berbagai fasilitas kesehatan. Puskesmas Simpang Mamplam merawat 56 pasien, Puskesmas Pandrah 24 pasien, Puskesmas Samalanga 24 pasien, dan Puskesmas Jeunieb 13 pasien.

Sementara itu, RSUD dr Fauziah Bireuen menerima 11 pasien, RS BMC Bireuen 8 pasien, RS Jeumpa Hospital 4 pasien, serta RSUD Pidie Jaya 1 pasien.

Gejala yang dialami para korban umumnya berupa muntah-muntah, pusing, dan diare. Meski jumlah kasus cukup besar, seluruh pasien disebut tertangani dengan baik dan sebagian besar kondisinya telah membaik.

1.301 KK Terdampak Banjir di Lhokseumawe Terima Bantuan Rp8 Juta per Keluarga

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM menjelaskan, dari 56 pasien yang sempat dirawat, 14 anak sudah dipulangkan. Sisanya masih dalam pemantauan dan diperkirakan segera diperbolehkan pulang jika kondisi terus menunjukkan perbaikan.

Hal serupa terjadi di Puskesmas Jeunieb. Dari 13 pasien yang dirawat, lima sudah dipulangkan, tujuh masih menjalani perawatan, dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Bireuen. Salah satu pasien adalah guru MIN 33 Bireuen, Fitriani (43), yang ikut mengonsumsi makanan MBG bersama murid-muridnya dan mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah berbuka puasa.

Mayoritas korban merupakan anak-anak TK dan SD yang menerima makanan MBG sebagai menu berbuka puasa. Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat makanan yang tidak layak konsumsi atau terkontaminasi. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pastinya.

Kadinkes Bireuen, dr Irwan menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi pasien di seluruh fasilitas kesehatan. Ia memastikan penanganan dilakukan secara cepat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius.

Hingga Jumat sore, sebagian besar anak-anak menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meski beberapa masih harus dirawat karena mengalami diare.

Puluhan Siswa di Simpang Mamplam Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat di Puskesmas

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat jumlah korban yang cukup besar dan melibatkan anak-anak sekolah dasar serta taman kanak-kanak.

Dengan penanganan intensif, diharapkan seluruh pasien segera pulih dan hasil investigasi laboratorium dapat memberikan kejelasan mengenai sumber keracunan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(saumi).

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Populer

Post