Pidie, jurnalpos.id – Ketua Umum Yayasan Anjungan Perdamaian dan Persaudaraan (AMPERA), Parhamdi Basyah, SE (Barra), melakukan peninjauan langsung ke lokasi perencanaan program penggemukan sapi Bali seluas 120 hektare di Desa Buetong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, pada Senin (30/03/2026).
Peninjauan ini menjadi langkah strategis AMPERA dalam memastikan kesiapan lahan berskala besar yang akan dikembangkan sebagai pusat peternakan modern berbasis masyarakat. Dengan luas mencapai 120 hektare, kawasan ini dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi sentra penggemukan sapi Bali yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum didampingi oleh Ketua Bidang Pertambangan AMPERA, Samsul Kamal (Ancon), Ketua Bidang Pertanahan AMPERA, Zainal Abidin, SP, serta Wakil Ketua Bidang Peternakan, Tarmizi, S.Kom. Tim melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi lahan, akses, serta potensi pendukung lainnya.

Ketua Umum AMPERA, Barra, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan seluas 120 hektare ini akan dirancang secara profesional dengan konsep peternakan terpadu yang tidak hanya fokus pada penggemukan, tetapi juga pengembangan pakan, manajemen kandang modern, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Dengan luas lahan 120 hektare ini, kita optimis mampu menghadirkan kawasan peternakan yang produktif, berdaya saing, dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pidie dan Aceh secara umum.
AMPERA berkomitmen untuk terus mendorong percepatan realisasi program ini melalui sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya.
Dengan langkah awal berupa peninjauan langsung ini, proyek penggemukan sapi Bali di atas lahan 120 hektare tersebut diharapkan segera memasuki tahap implementasi dan menjadi salah satu model pengembangan peternakan unggulan di Aceh.(SrNTv).


Komentar