BIREUEN, Jurnalpos.id – Sisa bantuan bencana dilaporkan masih menumpuk di tiga gudang milik Pemerintah Kabupaten Bireuen. Dua gudang berada di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, sementara satu gudang lainnya berada di Dinas Sosial Bireuen.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, hingga kini sebagian besar gudang tersebut masih dipenuhi bantuan logistik. Salah satu gudang BPBD terlihat menyimpan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari peralatan rumah tangga, alat kerja seperti cangkul, kasur, pakaian, hingga logistik pangan berupa makanan ringan, mi instan, dan beras. Kondisi gudang tampak penuh dan hampir tidak menyisakan ruang kosong.
Gudang BPBD lainnya didominasi oleh stok beras. Sejumlah petugas di lokasi memperkirakan jumlah beras yang tersimpan mencapai sekitar 300 ton. Gudang ini berjarak sekitar 10 meter dari gudang BPBD pertama.
Sementara itu, gudang milik Dinas Sosial Bireuen yang berada di samping kantor dinas tersebut sebelumnya juga dilaporkan dipenuhi stok beras.
Namun, saat wartawan mendatangi lokasi, kondisi gudang tampak hampir kosong. Seorang pekerja di lokasi menyebutkan, sisa beras yang masih tersimpan diperkirakan tinggal sekitar 15 ton.
Di lokasi yang sama, terlihat seorang ajudan Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen memantau proses pemuatan beras yang akan disalurkan ke Kecamatan Peusangan. Sejumlah pekerja tampak memindahkan karung-karung beras ke kendaraan pengangkut untuk didistribusikan.
“Kalau kita lihat, memang selalu ada bantuan yang masuk. Ada juga yang dibawa keluar ke kecamatan,” ujar seorang pekerja di lokasi.
Petugas lain menyebutkan, sebelumnya terdapat dua gudang beras dengan total stok mencapai sekitar 600 ton. Sebagian bantuan tersebut telah disalurkan ke wilayah terdampak bencana, namun hingga kini diperkirakan masih tersisa sekitar 300 ton beras yang tersimpan di gudang BPBD.
Namun, saat dikonfirmasi terkait mekanisme penyaluran bantuan serta alasan masih menumpuknya logistik di gudang BPBD dan Dinas Sosial, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, tidak memberikan penjelasan rinci. Ia justru mempertanyakan maksud konfirmasi yang disampaikan wartawan.
“Pu ka ka pegah nyan (apa yang kamu bilang itu),” ujar Doli melalui pesan singkat.
Ketika kembali ditanyakan mengenai jumlah stok bantuan yang tersisa serta skema distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana, Doli hanya memberikan jawaban singkat tanpa penjelasan lebih lanjut.(SrNTv).
Penulis Saumi

