Pidie Jaya, Jurnalpos.id – Tidak semua masyarakat Aceh menginginkan kemerdekaan, dan tidak semua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersikap arogan.
Sikap tersebut tercermin dari pernyataan sejumlah pengungsi di lokasi pengungsian Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang secara tegas menolak seruan “merdeka” dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
Penolakan terjadi saat sekelompok rombongan pembawa bantuan datang ke lokasi pengungsian dengan membawa bendera bulan bintang dan meneriakkan seruan “merdeka” ketika hendak menyalurkan bantuan.
Aksi tersebut menuai reaksi dari para pengungsi yang menilai bantuan seharusnya diberikan secara murni tanpa disertai kepentingan atau simbol politik tertentu.
Seorang warga pengungsi menyampaikan keberatannya secara terbuka. Ia meminta agar masyarakat tidak dibenturkan dengan aparat keamanan, khususnya TNI, yang selama ini dinilai banyak membantu warga terdampak bencana.
“Kalau mau memberi bantuan, beri saja. Jangan benturkan kami dengan TNI. Apalagi teriak-teriak merdeka,” ujar salah seorang pengungsi di lokasi.
Menurut para pengungsi, keberadaan TNI di Mereudu justru sangat membantu, mulai dari proses evakuasi, pendistribusian logistik, hingga pelayanan di pengungsian.
Mereka menilai para personel TNI bekerja keras di lapangan dan bersikap humanis terhadap masyarakat terdampak.
Karena itu, warga berharap tidak ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi bencana untuk memicu konflik atau menyisipkan agenda lain yang berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat.
Para pengungsi menegaskan bahwa saat ini yang paling dibutuhkan adalah solidaritas, ketulusan, dan kerja sama semua pihak demi pemulihan pascabencana.(srNTv).
Penulis: Saumi

